Ayah yang menakjubkan..

Dari sebuah milis..

Imairi likes it  b(^^)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ssst..tau gak siii ..? ternyata ayah itu MENAKJUBKAN. ..

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun – dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.
Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret. Ayah selalu tepat janji!

Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan. Ayah akan tetap memasang kereta api listrik mainanmu selama bertahun-tahun, meskipun kamu telah bosan, karena ia tetap ingin kamu main kereta api itu.
Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu), tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak lucu dan menyayangi. Ayah sulit menghadapi rambutnya yang mulai menipis….jadi dia menyalahkan tukang cukurnya menggunting terlalu banyak di puncak kepala *_~

Ayah akan selalu memelihara janggut lebatnya, meski telah memutih, agar kau bisa “melihat” para malaikat  bergelantungan di sana dan agar kau selalu bisa mengenalinya. Ayah selalu senang membantumu menyelesaikan PR, kecuali PR matematika terbaru.

Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup Ayah benar-benar senang membantu seseorang… tapi ia sukar meminta bantuan. Ayah terlalu lama menunda untuk membawa motor ke bengkel, karena ia
merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya.
Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu.

Dan hasilnya?… .mmmmhhh…” tidak terlalu mengecewakan” ^_~   Ayah akan sesumbar, bahwa dirinyalah satu- satunya dalam keluarga yang dapat memasak tumis kangkung rasa barbecue grill. *_~

Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

Ayah sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam…walaupun harus makan dalam remangnya lilin karena lampu mati.

Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

Ayah  menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya. Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu di depan rumah dengan sepeda tuanya, untuk mengantarkanmu dihari pertama masuk sekolah

AYAH ITU MURAH HATI…..
Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan…. .
Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya. ….
Ia membelikanmu lollipop merk baru yang kamu inginkan, dan ia akan menghabiskannya kalau kamu tidak suka…..
Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara…
Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya….
Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu….
Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu” Ketika ia ingin berkata ,,tidak” Ayah tidak pernah marah, tetapi
mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepregok menghisap rokok dikamar mandi. Ayah mengatakan,” tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan”

Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu persis seperti caranya….
Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri….
Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

Ayah mengira seratus adalah tip..
Seribu adalah uang saku..
Gaji pertamamu terlalu besar untuknya…
Ayah tidak suka meneteskan air mata ….
Ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)
Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu…ketika kau mimpi akan dibunuh monster… tapi…..ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.
Kalau tidak salah ayah pernah berkata :” kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkualitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya”
Untuk masadepan anak lelakinya Ayah berpesan: ,”jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”

Dan Untuk masadepan anak gadisnya ayah berpesan :” jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu”

Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu….
Ayah bisa membuatmu percaya diri…
karena ia percaya padamu…
Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik….
Dan terpenting adalah…
Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Allah SWT, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.

Jazakallah bil jannah untuk setiap peluh yang kau teteskan, untuk setiap kerut dahimu yang tak sempat kuhitung, untuk setiap jaga sepanjang malam ketika aku sakit dan ketika kau merindukanku, untuk tumis kangkung paling lezat sedunia, untuk tempat duduk terbaik di bahumu yang begitu kekar ketika aku ingin melihat pawai, untuk tetes “air mata laki-laki “yang begitu mahal ketika kau khawatirkan aku, untuk kepercayaanmu padaku, meski seringkali ku hianati. Tak akan
pernah bisa terbalas segalanya, kecuali dengan …….jazakallah bil jannah, ” semoga Allah mengganti semuanya dengan syurga, semoga bisa kubayar dengan syurga yang Alloh beri, semoga…… ..” (amin ya Rabb)

Dan untuk semua yang sedang merindukan Ayah, ssssssssttt. ..! Tau gak siii? Ternyata ayah itu benar-benar MENAKJUBKAN!

~~

that’s for SURE.

Technology makes our life easier

Di kuliah Komputer dan Masyarakat, Pak Didit nanya “can you live without IT/technology?”

Saya jawab, “………….. IT can make our life easier”

Dan inilah dia salah satu buktinya, bisa tetap komunikasi sama keluarga walo berada di belahan bumi yg bertolak belakang.

The ngaco manja group yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia, masih tetap bisa keep in touch, seperti Niam dan Fajar yg suka komen di blog ini :D

juga Indri yang barusan kirim pesan kangen di Facebook dan Ratna yang kirim tausyiah dan, tentu saja, salam rindu, via sms. Gosip2 kocak, foto2, dan video2 ‘hot’ di fb.

Status fb dan blog yang membuat kita semua keep informed.

temen2 di Athens (miss it), Korea dan China yang terdeteksi keberadaannya.

Technology!! makes our life easier.

~ya.. ya… ya ada negative effectnya, tapi jangan muram gitu lah :D

Bersama kesulitan ada kemudahan

Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sungguh, bersama kesulitan ada kemudahan (Al Insyirah 7-8)

“Bersama”, bukan sesudah. Bersama …. :)

I Love You Because of Allah

“Mer, bule yg di sana moto kamu” kata temenku sambil menunjuk seorang bule di belakangku dengan lirikan matanya. Saat itu kami lagi ngantri wahana Firehawks di Kings Island, Cincinnatti.

“Biar sajalah” sahutku cuek, sempat kepikiran mo nawarin foto bareng sekalian :D :cool:

Bukan tanpa alasan bule itu moto saya. Bukan, bukan. Bukan karena mereka nyangka saya Angelina Jolie yg lagi nyamar atau alien yg membunuh, mengambil kulit dan menyaru sebagai manusia untuk menguasai dunia atau siluman kera yg sedang mencari kitab suci. Tapi karena saya salah kostum. Hehe.. iya salah kostum. Di hari yg terik dan membuat dehidrasi, dimana semua manusia lainnya berprinsip minimalis dalam berpakaian, dengan pedenya saya pakai rok panjang, baju item plus jilbab yg juga item, bawa2 jaket lagi. Hebat sekali, bukan? Sigh, (-_-‘)

Begitulah. Itu bukan satu2nya pengalaman saya tentang pakaian di negeri Paman Sam. Sebelum berangkat, sempet khawatir tentang jilbab. Untunglah, seorang temen dengan baiknya nenangin saya dengan bilang, “susah lho jadi muslimah berjilbab di Amrik”. Saya tersenyum pait. :?

Salah satu tantangan terbesar menjadi seorang muslim/ah di negera nonmuslim adalah makanannya. Sekitar lima kali saya sempet terambil makanan yg ada porknya. Pork adalah varian makanan olahan dari daging babi, selain ham dan bacon.

Saat makan pertama kali dianter sama guide dari OPIE[1], Joshua. Joshua paling depan, dan saya, si orang desa, yg bingung liat makanan segitu banyak dan ga enak2 lama2 mikir milih2 karena banyak yg ngantri, berinisiatif bilang ke penjaganya, “sama kayak yg diambil Joshua”. Dikasihlah roti yg disiram kuah daging.

Joshua bilang, “it’s pork. All of you are muslim, right? So, it’s pork”. Dibalikinlah.

Sebulan kemudian. Makan di Boyd Dining Hall, nanya ke penjaganya, “is it beef (sapi)?” Penjaganya mikir sejenak dan bilang yes. Ok, saya ambil. Saat nyerahin, ada penjaga kantin lainnya yg lebih tua bilang ke saya,

“it’s pork”

dan ke rekannya dia bilang, “she doesn’t eat pork”. Gosh, hampiiir aja kemakan babi :(

Itu tentang makanan. Pernah di suatu pagi yg normal saja, para mahasiswa berjalan tergesa2 mengejar kelas berikutnya. Tiba-tiba seorang bule perempuan menyapa saya dengan ucapan “Assalamu’alaykum” sambil tersenyum. Mungkin di Indonesia biasa, but itu sungguh mengagetkan. Efeknya, saya berjalan ke kelas sambil tersenyum bahagia. :D :oops:

Waktu baru sampe di US, di bandara liat ada pria kulit hitam, tinggi besar, serem, dari jauh. Dia jalan dengan tegak, angkuh, lurus menatap ke depan tidak berkedip. Saya teringat gangster2 di kota New York.

Pas papasan sama dia, tiba2 terdengar suara dari alam ghoib “Assalamu’alaykum, sister”. SAYA SHOCK. :shock: :shock: Liat ke belakang, dia ga noleh, tetep aja jalan dengan angkuhnya. Oh, gosh, baru disalamin sama pria kulit hitam tinggi gede serem. Jadi terharu. :oops:

Ga itu aja. Sering papasan sama pria2 Arab atau muslimah berjilbab dan mereka menyapa, “Assalamu’alaykum, sister”. Kalo ini mah ga kaget lagi, malah kadang duluan nyalamin. Suka deh dipanggil sister, daripada ukhti. Lebih berasa bener2 jadi sisternya. :D

Lain lagi cerita saat ke Colombus Zoo. Waktu tinggal satu jam lagi untuk menjelajahi zoo #1 di USA itu. Bertekad menjelajah semua bagiannya, setengah berlari mencari bagian berikutnya. Sampai di persimpangan, bingung ambil yg mana. Lurus udah pasti ke bagian selanjutnya, tujuan saya. Belok kanan, Cuma danau dan toko2 kosong.

Entah kenapa, ada dorongan yg kuat ke kanan. Akal bilang , “hey, itu hanya danau dan toko2 kosong, kita harus lurus :mad: ” But, my heart said “ke kanan bentar”.

Bertempurlah mereka berdua, sementara saya nonton. Hati menang dengan jurus pemungkas, “mintalah fatwa pada hatimu[2]” :cool:

Di kanan, cuma ada toko2 kosong dan tempat duduk di pinggir danau. Saya hampir pergi lagi, nyesel kenapa tadi kesini, saat ekor mata menangkap dua orang pria sedang solat di teras toko yg tutup itu.

Ternyata ini sebabnya kenapa hati bersikeras kesini. Saya belum solat zuhur, astaghfirullahaladzhim. Selama disana, waktu solat bener2 harus dijaga karena ga ada azan dan jadwal solatnya beda.

Pasca wudhu, saya ketemu dua orang pria tadi. Salah satunya nyapa, “do you wanna pray, Sister?” saya ngangguk. “Qiblah is that way” katanya sambil nunjuk timur laut [3] ke arah mana.

Abis solat, pria kulit hitam yg sama bilang , “I am glad to see you care about your praying. Most of people don’t, they just simply ignore it. You know, when a muslim loves his brother or sister, he has to say it. Now I want to tell you that I love you because of Allah… ”

[To be continued]

1. Ohio Program of Intensive English

2. HR Ahmad

3. di Ohio, arah kiblat adalah timur laut/northwest.

Pelajaran Moral #3

Hari ini diingetin lagi: harus banyak2 senyum karena baginda Nabi adalah orang yg paling cerah mukanya, bersinar dengan cahaya, senantiasa tersenyum.

Setiap orang perlu merasa penting, jadi dengarkan mereka kalo ngomong, pasang paras yg perhatian, beri respon yg tepat. Kenapa? karena begitulah yg dicontohkan baginda Nabi. Masih perlu alasan lain?

Nop. I knew it. I just forget. See, you got a reminder. Alhamdulillah. :)

Yang ada disyukuri.

ingin dimengerti maka harus mau mengerti. saat tidak ada yg bersedia mengerti, maka kamu yg harus mengerti.

masih ada orang2 yg always be there for you. why do you have to beg more people just to understand?

Yang ada disyukuri. Justru saat kamu berharap orang untuk mengerti, dan kamu dikecewakan. cobalah ingat, mungkin itu adalah caraNya untuk mengingatkanmu, untuk mensyukuri mereka yg selalu ada untukmu. Terima kasih, Cinta =)

Alarm Kebakaran…

Saat nafas menyesak di kerongkongan,..

Oh no, almost midnight, tiba2 fire alarm meraung-raung. Memekakkan telinga. Kebakaran!! what should I do? Langsung melesat ke bawah menyelamatkan diri, untung cuma lantai 4, coba lantai 19. Di bawah, udah rame.

Ga papa, kapan lagi?

Yeah, ke empat kalinya dalam lima minggu.

Yang mengesankan adalah, hanya berselang tidak kurang dari 5 menit fire rescue sudah mendarat di TKP. Polisi tidak ketinggalan. Sementara mereka ke atas, saya merenung, mengingat tragedi kebakaran di negeri sendiri. There is no use to curse or complain, tapi alangkah indahnya kalo pemadam kebakaran di Indonesia juga setanggap ini. Bayangkan betapa banyak nyawa bisa terselamatkan. Harta benda yg tidak terkorbankan sia2.

Tentang datang segera di lokasi. Kenapa butuh waktu hingga 2 jam untuk sampai di lokasi. Macetkah? Mungkin. Atau sedang tidak available? Atau … entahlah.

Ada uang, ada fasilitas. Amerika Serikat memang punya uang, karenanya punya fasilitas yahud. I am just impressed.

Btw, back to fire alarm, kejadian fire alarm pertama yg saya alami adalah malam kedua di Athens. Diiinnnggin banget. Itu terjadi lagi enak2 tidur, ada bunyi keras. Awalnya cuek aja, mo tidur, ga tau itu apa. But lama2 mengganggu juga. Keluar liat roommate melenggang santai sembari berkata, “fire alarm…”. Turun ke bawah. Papasan sama Fire rescue di tangga.

Fire alarm kedua, dini hari. Setelah meraung-raung sekitar 5 menit, akhirnya berhasil merebut kesadaran saya dari alam mimpi. Turunlah ke bawah. Dan you know what. Itu adalah pertama kalinya saya merasakan seolah-olah nafas menyesak di kerongkongan.

Nafas menyesak di kerongkongan. Identik dengan perumpamaan kematian. Fir’aun yg bertobat saat napas menyesak di kerongkongan.

Saya bertanya2, apakah saya setakut ini sampai napas menyesak seperti ini. Tenang saja, itu cuma orang bakar popcorn lagi. Entah kenapa, tetap saja.

Dan tiba2 saya menyadari, itu bukan rasa takut setengah mati. Saya menggigil kedinginan!! FYI, saya dibesarkan di Bukittinggi, kota di dataran tinggi, terbiasa dengan rasa dingin. Namun, itu benar2 pertama kali menggigil, benar2 menggigil. Apakah begini rasanya nafas menyesak di kerongkongan yg dirasakan Fir’aun saat nyaris tenggelam?

Taukah kamu, apa sebabnya?

Korsleting? hubungan arus pendek? beban berlebih pada stop kontak?

No.. no.. no..

Ada yg bakar popcorn. Ya, popcorn. Bangun tengah malam, menggigil kedinginan, hanya karena popcorn. Hebat bukan? Belum tau penyebab fire alarm malam ini, mudah2an bukan karena popcorn lagi ato orang iseng yg berpikir akan sangat lucu nekan tombol alarm.

Peristiwa fire alarm sangat impresif, lampu nyala warna-warni, bunyi memekakan telinga, fire rescue dan polisi. Malam ini saya mendapatkan pengalaman berharga, yaitu lain kali kalo ada fire alarm lagi, harus inget bawa kamera.

3 Hal tentang American

“Saat saya harus menyebrangi Margonda, akan sangat merindui berada di Amerika”

Apa yg kita tau tentang orang Amerika? Bagaimana gambaran kita tentang warga negera adidaya itu?

Individualis? Pergaulan bebas? Kebebasan berpendapat? Diskriminasi?

Well, sebulan di Ohio, dengan segala keterbatasannya berikut disajikan 3 hal tentang American yg saya tangkap.

Pertama, yes, mereka individualis. Prinsip “mind your own bussiness” mereka pegang erat2 (kaya balon). Mereka tidak mau mengganggu urusan orang lain. Mereka percaya terhadap kebebasan dalam segala hal selama hal itu tidak mengganggu orang lain. Termasuk kebebasan beribadah.

Baker Center adalah salah satu sentral kegiatan mahasiswa, ada cafe, pusat pelayanan teknologi, bioskop, meja biliar dan Foosball (I love this one :D ), cek kesehatan, pusat organisasi mahasiswa, ballroom, tempat santai, dan banyak lagi.

Ini adalah lantai 4. Bisa bersantai, ngerjain tugas bahkan tidur disini. Siapapun yg tidur tidak akan diganggu. Siapapun, baik wanita maupun pria.

Bagi mereka yang cenderung soliter akan bahagia hidup disini.

Walaupun individualis, American adalah orang yg ramah dan gentle. Setiap ketemu, akan saling menyapa,
“Hi, how are you?”
“good” or “I am great” while smiling.

Setiap kali keluar masuk pintu buat publik (kaya perpus, gedung kuliah, dining hall dll), mereka akan melihat ke belakang dan menahan pintu untuk orang yg akan lewat. Kecil memang.

Mereka terbiasa mengucapkan maaf bahkan untuk hal-hal kecil. Nyenggol dikit, agak menghalangi jalan, for any unappropriate thing, mereka akan bilang “sorry”.

Ucapan terima kasih juga seakan jadi kalimat wajib.

Dan satu lagi, mereka TERTIB!!!

Saat berjalan kaki ato nyetir mobil pasti selalu di kanan. Ga ada cerita kagok saat papasan sama orang lain, kita mo ke kiri dia ke kanan, dia ke kiri kita ikutan ke kanan, ga jalan2 deh. Disini, saat papasan sama orang lain, setiap orang otomatis akan mengambil sisi kanan (keep right).

Jadi ingat sama Margonda, bahkan terkadang butuh satuan menit untuk menyeberang. Saat lampu merah, dan mobil paling depan telat ngegas beberapa detik, pasti diklaksonin.

Di USA (setidaknya di Ohio), para pejalan kaki adalah raja (dan ratu). Setiap kali para pejalan kaki mau menyeberang, mobil akan berhenti dan membiarkan lewat. Pernah suatu kali, saya dan teman2 secara tidak sadar memblokir jalan, ternyata di belakang ada mobil mo lewat, dia nunggu sampai kami sadar atau ga ngalangin jalan lagi. Di Indonesia, wuidih udah diklaksonin sampe jantungan tuh.

Untuk saat ini, sekian dulu laporan dari Athens, Ohio, USA. Maaph baru ngapdet lagi. Insya Allah masih akan dilaporkan lagi untuk para pembaca budiman, untuk bareng2 kita petik pelajarannya.

~Ditulis saat pas tinggal 4 minggu lagi berada disini. Amerika bukan surga, I miss Indonesia but I will miss this place for sure.

Oh, tidak. Aku Tidak Tahan

pengen ngeblog.

Tapi pengen dibikin dalam bahasa inggris supaya sekalian diitung sebagai independent study.

Ah, lama. maunya sekarang.

Bahasa Indonesia saja.
Ah, kan sekalian.
Ya udah, sana bikin,
tapi kan lama kalo pake bahasa inggris.
jadi maunya apa?
maunya ngeblog, tapi bingung pengen bahasa indo ato inggris.

kangen Papa, Rio, MUI, Bukittinggi, Depok, lab TA, rapat BEM, musholla, kantin, UI jam 7 malam, Rifa, kajian, ucapan salam.

~ga penting? hei, it’s my blog.

~lega, back to work, Mer :D

“Susahnya” Aplikasi Visa

kamis, 26 Febrari 2008

Kulirik jam tangan, jam 5 pagi, dan here we are, berdebat dengan satpam kedutaan agar boleh ngantri di depan gerbang bukannya di bawah jembatan, yang agak jauh dan kotor. Jam 5 pagi dan sudah ada 6 orang di depan kami yang ngantri dan dalam beberapa menit saja, antrian itu sudah 30 orang lebih panjang. Aku sungguh kasian pada orang yang datang sesudah kami.

Jam 7, mulai diarahkan 10-10 ngantri ke depan gerbang. Walaupun di depan kami tadinya cuma 6 orang, tapi yang ngantri di depan gerbang jauh lebih banyak karena para pelaut diprioritaskan. Dimulailah prosedur resmi aplikasi visa.

Di pos pertama menunjukkan bukti janji pertemuan (yang didapat online) sementara tas digeledah. Setelah dinilai aman, boleh masuk gerbang. Sigh, secara hukum, bisa dibilang sudah berada di Amerika saat itu, secara di kedutaan berlaku hukum negara asal.

Pos kedua adalah kasir. Disini menunjukkan paspor, form DS 156, 157 (untuk laki2 saja) dan 158 (khusus untuk aplikasi visa pelajar) serta bayar uang 1.5 juta. Walau visanya ditolak, uang ini tidak akan dikembalikan, pedih. Disini sempet dimarahi, saya senyum2 sendiri, deja vu dengan masa mabim, (mendadak kangen kampus).

Pos ketiga, dokumen2 lagi, DS 2019 kalo ga salah. Disini dibagi kelompok untuk wawancara visa per enam orang.

Pos keempat, lagi2 pemeriksaan barang bawaan, kali ini via X-ray dan penitipan tas serta lewat detektor logam. Masuk dan nunggu sampai kelompoknya dipanggil. Uniknya, dinding tempat menunggu dilukisi gambar2 bertajuk green environment. Nice. Oiya, aplikasi visa nonimigran cuma sampai jam 10 pagi.

Saat nomor kelompok dipanggil, masuk ke bangunan lain di sayap kanan. Nunggu lagi untuk maju ke pos lima, ambil sidicx jari. Disini sempet tegang, karena setelah kelompok 6, langsung dipanggil kelompok 8. Sempet nanya ke petugas, tunggu aja katanya. Makin tegang saat lanjut dipanggil kelompok 9. Kami kelompok 7 akhirnya dipanggil setelah itu.

Terakhir pos enam adalah wawancara. Inilah dia yang membuat kami ngantri dari jam 5 pagi, saat puncak, menentukan. Ini yang paling dikhawatirkan. walaupun saling menghibur dengan mengatakan “insya Allah dapet visa kog, ga akan dipersulit. Kan beasiswanya dari mereka juga”. Tapi ga ada yang bisa sepenuhnya yakin.

Selama nunggu, nguping pertanyaan apa saja yang diajukan. Keliatannya cukup ramah dan mudah. Terlebih saat denger “I can issue your visa” dari para pewawancaranya yang dikerangkeng, persis mas2 jualan tiket di stasiun kereta.

Tibalah giliran kelompokku. Dan saat itulah, terjadi peristiwa yang sukses merontokkan keyakinan diri. “Anda tidak memenuhi kualifikasi untuk mendapatkan visa. Ini bisa membantu menjelaskan. Next!!” Dengan aksen khas bule, pewawancara menolak mengeluarkan visa seorang bapak dan ibu sambil mengangsurkan selembar kertas. Trenyuh melihat ekspresi ibu itu, Dengan sorot mata tidak mengerti, polos terluka, mengikuti bapak yang terlebih dahulu ditolak.Hal itu terjadi persis di samping kelompokku dan di depan kelompok satunya yang temanku2 jua. Kalo visa kami ditolak, tidak jadi pergi. Di tengah semua euforia, antusiasme, penantian dan harapan, kemungkinan itu tak tertanggungkan.

Dengan sisa2 kepercayaan diri yang terkoyak dan berusaha mencari2 penguatan, saya maju menghadapi pewawancara saya. Seorang wanita muda. Ramah. Dia bertanya hal-hal umum — Where do you go to school, your major, why do you wanna go to US dll– sambil meriksa dokumen. Saya jawab dengan ceria.

Lalu dia ngasih sebuah kartu putih dan berkata visanya akan jadi tanggal 5 Maret. Saya bertanya “anything else?” dia bilang tidak dan saya berlalu. Begitu saja. Setelah semua googling dan postingan yang mengutuki susahnya dapet visa Amerika, penekanan saat PDO (kalian HARUS pake sepatu!!!), ternyata cuma dua menit, langsung diapprove. alhamdulillah :D

Tapi ada diantara kami yang ga dapet visa atau visanya ditunda. Ada berbagai teori berkembang. Tapi alhamdulillah semua sudah selesai. Kami berkemas2 balik ke daerah masing-masing. Menyadari bahwa kami sudah saling menyukai satu sama lain. Kata2 perpisahan diucapkan. Dan berakhirlah satu rangkaian. Hanya untuk bersiap menyambut rangkaian selanjutnya. Sebuah negeri nun jauh disana, sama sekali berbeda, asing, dan kami hanya bisa mengandalkan diri sendiri, teman serta berserah diri kepada Allah SWT. Insya Allah.