RSS

Kilas Balik tahun 2015

31 Dec

Tahun 2015 hampir berakhir. Saya bukan jenis orang yang suka membuat review tahunan, tapi tahun 2015 sangat spesial sehingga layak mendapat kehormatan untuk di-review.

Menelusuri jalan kenangan di tahun 2015, tidak lengkap rasanya tanpa memasukkan satu kejadian di akhir bulan Desember 2014, yaitu tes IELTS untuk pertama kalinya. Kenapa penting? Karena dengan mengikuti tes IELTS menandakan lebih seriusnya saya dalam mempertimbangkan untuk lanjut sekolah. Mengikuti tes, menandakan meningkatnya level dari sekedar pengen sekolah lagi atau benar-benar konkrit mempersiapkannya.

Memasuki bulan Januari, langkah konkrit berikutnya diambil berupa daftar beasiswa LPDP, tes substansial di bulan Februari, hanya untuk gagal di bulan Maret.

Bulan April adalah bulan beasiswa, karena saya daftar tiga buah beasiswa sekaligus di bulan ini. Beasiswa pertama adalah Stuned dari Neso Nuffic Indonesia. Ini adalah beasiswa kuliah singkat di Belanda. Saya memilih kuliah bisnis di Utrecht untuk menambah pengetahuan saya di bidang bisnis, berhubung ditempatkan di stream Sistem Informasi di kampus.

Beasiswa spacerkedua adalah Fujitsu, berupa training selama 3,5 bulan di 4 negara: Jepang, Hawaii (USA), Thailand, dan Singapura.

Beasiswa ketiga adalah Australia Awards Scholarship (AAS) untuk melanjutkan S3 di Australia.

Bulan Mei adalah bulan kesukaan saya, disamping bulan ultah, juga bulan pengumuman bahwa saya berhasil lulus seleksi beasiswa Stuned dan Fujitsu. Dimulailah proses persiapan belajar ke negeri Kincir Angin. Hal berharga lain yang saya dapatkan, adalah bertambahnya teman-teman baru sesama Stuned Awardee dan pemenang lomba Holland Writing Contest, penulis cakap, Dianita Rizkiani, yang sama-sama mendapat beasiswa Short course di Belanda.

Untuk beasiswa Fujitsu, terpaksa saya tolak, karena berbagai hal😦, mudah-mudahan ada kesempatan lain yang lebih baik.

Bulan Juni adalah bulan pelaksanaan Summer Camp yang saya menjadi ketua panitia untuk ketiga kalinya, setelah dipersiapkan dari bulan Januari. Tahun ini semakin besar dari tahun-tahun sebelumnya dengan jumlah industri dan kegiatan yang semakin banyak dengan jumlah panitia hanya 10 orang.

10983852_965979070100219_2018259983178572418_n

Penyerahan plakat kepada pembicara pada acara Summer Camp

Bulan Juli, saya cuss ke Belanda. setelah menempuh penerbangan panjang 14 jam, akhirnya mendarat di Schiphol. Walaupun menggeret koper besar, saya nekat ke Zansee Schan untuk melihat deretan kincir angin tua yang cantik. Selama dua minggu di Belanda, saya mengunjungi kota-kota seperti Amsterdam, Gouda, Delft, Denhag, Leiden, Wesp, disamping Utrecht. Ini juga pengalaman pertama saya merayakan lebaran di Eropa.

11061194_10153993380982004_2347533979990073724_n

Di Zansee Schan

inilah kali pertama saya menginjakkan kaki di benua Eropa. Saya memang mempunyai cita-cita menginjakkan kaki di kelima benua dan Eropa adalah benua keempat. Mudah-mudahan ada rezeki mengunjungi Afrika.

September, saya diminta jadi moderator sebuah acara yang cukup besar yaitu Compfest, menemani COO Tokopedia dan diminta jadi reviewer di sebuah jurnal, yang saya terima. There is room for improvement of course. Pengalaman berharga bagi saya.

12141756_10154195815332004_4042967736703982160_n

Seminar Compfest

Oktober, saya diajak jadi bagian dari tim konsultan untuk merumuskan IT master plan di UI. Banyak sekali pengalaman teknis maupun nonteknis yang saya pelajari dari kesempatan ini. Mulai dari bagaimana mengekstrak critical Success factor dalam membuat blueprint, hingga aspek berhubungan dengan orang lain seperti bagaimana menjadi pemimpin yang meng-encourage timnya, dan untuk menjadi pemimpin yang baik, kita harus ahli dulu di segi teknisnya agar bisa mengarahkan tim. Proyek ini berlangsung sampai bulan Desember

Bulan Oktober juga saya mencoba kembali peruntungan dengan mendaftar LPDP. Seleksi administratif yang lebih ketat yang menyaratkan surat keterangan sehat, bebas narkoba, dan bebas tbc dari RS pemerintah. Lulus seleksi administratif, masuk seleksi substansial di bulan November. LPDP terus berbenah dengan terus mengetatkan proses seleksinya. Di fase seleksi subtansial yang saya hadapi ada 4 tahap, yaitu verifikasi berkas (ada berkas tambahan: SKCK yang masih berlaku), leaderless group discussion, wawancara dengan 3 org interviewer, dan yang baru yaitu on the spot essay writing.

Bulan Desember menutup tahun ini dengan sukacita berupa kabar lulusnya saya sebagai salah satu penerima beasiswa LPDP. Di bulan ini, juga dipercaya menjadi salah satu juri lomba Business IT case for Fasilkomers. Kinda fun.

12366375_10154342346162004_1802171645993194287_n

Bersama tim juri dan peserta Business IT Case Competition

Seperti hidup yang tidak hanya berisi senang, juga ada sedih. Begitu juga tahun 2015. Namun, rugi sekali kalau tidak mengambil pelajaran dari kegagalan dan kesedihan. Pelajaran yang saya dapatkan tahun ini adalah:

1. Zona nyaman membunuh kreativitas dan peluang untuk berkembang.
2. Perlakuan buruk orang lain, walaupun menyakitkan, bisa berarti bahwa, kita harus menjadi lebih humble, lebih rendah hati. Itu adalah cara dari Allah untuk mengikis kesombongan kita, agar menjadi lebih dewasa.

3. kurangi baper alias bawa perasaan. Baper sering terjadi karena kita terlalu fokus pada diri sendiri atau self centered. Saat menghadapi rekan kerja misalnya, tidak perlu baper, selesai saja pekerjaanmu dengan profesional. Jangan hiraukan perasaan tidak nyaman dengan seseorang, atau pendapat orang lain tentang dirimu, simply finish works at hand.

4. Saat kita belum berhasil mendapatkan sesuatu, berarti kita belum siap mendapatkannya. Saya bersyukur gagal beasiswa LPDP di bulan Januari. Bila berhasil, mungkin tahun ini tidak akan penuh pengalaman berharga seperti sekarang.

5. Sebagian besar orang hanya peduli pada kebahagian mereka masing-masing. Tidak ada orang lain yang bertanggungjawab untuk membuat kita bahagia. Jadi kitalah yang bertanggungjawab terhadap kebahagiaan kita sendiri. Berharap pada manusia hanya akan membuat kecewa.

Suara petasan dan kembang api sudah banyak terdengar. Berakhirlah tahun penuh kejutan ini. Tahun 2016, saya prediksi, tidak akan kalah dalam hal menyimpan kejutan. Kita lihat saja.🙂

 
2 Comments

Posted by on December 31, 2015 in Uncategorized

 

2 responses to “Kilas Balik tahun 2015

  1. mishbah

    January 14, 2016 at 10:12 am

    Makasih ka infonya. Benar, zona nyaman membunuh kreatifitas dan semangat untuk berkembang.

     
  2. blogkartika

    June 3, 2016 at 2:36 am

    mbak meri slalu menginspirasi…take care ya mbak…stay cool….

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: