RSS

Ada Apa dengan Masa Depan Mereka?

20 Jun

I am worried, extremely worried. Not for me, but for my kids.

2014-10-09 01.15.22

Saat menatap wajah anak-anak yang sedang tidur, saya terpikir masa depan seperti apa yang menunggu mereka. Apakah masa depan dimana mereka diajar prinsip dan nilai kehidupan oleh orang yang berbeda keyakinan dengan mereka? Tidak hanya saat pulang sekolah, mereka menolak untuk shalat dan puasa, serta malah meminta lauk babi, hanya karena guru mereka mengatakan it’s ok kalo ga solat dan puasa serta makan babi, tapi lebih jauh lagi, bagaimana bila mereka diajar oleh penganut sekte sesat yang tidak sekedar mengatakan Jibril akan hinggap di Monas tapi mengajarkan harus meminum darah manusia agar hidup abadi atau harus berhubungan dan menyiksa anak di bawah umur bahkan bayi? Atau ajaran bahwa kedamaian baru didapat setelah memutilasi, menggantung diri atau minum racun atau agar masuk surga harus membunuh orang banyak? Guru matematika SMP saya pernah cerita, anaknya menolak mentah-mentah cara penyelesaian problem matematika yang dia ajarkan hanya karena berbeda dengan yang diajarkan gurunya, padahal itu soal SD sedangkan ibunya punya gelar sarjana di bidang Matematika. Itulah urgensinya perkataan seorang guru. *

Saya bergidik membayangkan mereka membawa pulang calon pasangannya yang berbeda agama. Bukan apa-apa, orang tuanya yang satu agama dan satu visi saja beberapa kali berbeda pendapat dalam berbagai hal. Apalagi yang sama sekali memiliki visi dan nilai-nilai yang bertolak belakang. Bagaimanalah sebuah bahtera akan sampai tujuan, bila tujuan yang ditujupun berseberangan, pun cara mengemudikan bahtera yang bertentangan? That’s because I wish no less than the best for them.

Lain lagi cerita di grup Whatsapp yang saya ikuti, ada berita seorang anak berumur 4 tahun, masuk ke kamar menungging dan menggoyang-goyangkan pantatnya serta suka memegang-megang dada ibunya. Itu saja, anggota grup langsung riuh apalagi saat pornografi beredar tanpa malu-malu. Saat gambar wanita tanpa pakaian dengan pose menantang terpampang di billboard jalan protokol ibukota atau video pria bersenggama dengan wanita (atau sesama pria, atau binatang, bahkan anak di bawah umur?) diputar di sekolahan? Bagaimana saya merasa tenang saat anak laki-laki saya masuk kamar tertutup dan membuka laptop sedangkan dia melihat hal-hal seperti itu setiap hari? Bagaimana saya merasa aman saat melepas anak perempuan saya saat penculikan, penyiksaan, dan perkosaan adalah berita sehari-hari? Jangankan melepasnya sekolah ke luar negeri, melepasnya ke rumah tetangga atau naik angkot pun, seperangkat pengaman dan selaksa doa akan saya panjatkan tanpa henti.

IMG_20130702_120022

Saya semakin khawatir. Namun akan semakin tidak tertahankan saat menyadari bagaimana kalau saya tidak melakukan apa-apa untuk mencegah itu terjadi bahkan turut berkontribusi agar semakin cepat datang? Bagaimana saya menghabiskan sepanjang sisa hidup saya, menyalahkan dan marah pada diri sendiri. Marah pada orang lain bisa sejenak dilupakan dengan meninggalkan orang itu, tapi bagaimana bila marah pada diri sendiri? Saat melihat apa yang diyakini oleh anak lelaki atau terjadi pada anak perempuan saya, sebagian juga saya penyebabnya? Saat semua sudah terlambat.

I am totally, totally worried.

* perlu digaris bawahi, bahwa konteks paragraf pertama ini adalah specifically guru agama di sekolah formal yang wajib diikuti anak-anak yang belum bisa berpikir kritis. Saya sama sekali tidak melarang anak saya berteman dengan orang yang berbeda agama, justru mendorong mereka membuka kemungkinan untuk bergaul dengan orang berbagai latar belakang dan keyakinan serta menghormati apa yang mereka percayai tanpa harus ikut-ikutan, karena ada pelajaran yang bisa kita dapatkan dari siapapun. 

Referensi:

Arief Munandar, “Umat Sayang, Umatku Malang”. 

Tempo, “tag: ajaran sesat”.

 
Leave a comment

Posted by on June 20, 2016 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: