RSS

Saat Disakiti Orang Lain

11 Oct

cant-forgive_zps6cfdc304

Sesekali dalam kehidupan, kita pasti pernah merasakan diperlakukan tidak adil, tidak dihargai, dan dikecewakan oleh orang lain. Saat itu terjadi, seringkali kita sedih berlarut-larut dan melihat dunia dengan satu warna yaitu kelabu. Namun, seandainya kita berhasil melaluinya ada banyak hal yang bisa kita dapatkan.

Satu, dikecewakan dan diperlakukan buruk membuat kita menjadi orang yang lebih sabar dan rendah hati. Kita belajar bahwa kita bukan pusat dunia, belajar mengurangi kadar self centered dalam diri kita.

Dua, dikecewakan dan diperlakukan buruk juga membuat kita menjadi lebih menghargai orang-orang yang membuat kita bahagia, seperti pasangan, orang tua, anak, saudara. Mereka yang seringkali kita terima secara cuma-cuma. Anak yang dimarahi, lupa berterima kasih dan bersyukur atas usaha suami, orang tua yang lupa ditelpon, saudara yang lupa ditanyakan keadaannya dll. Sementara itu, kita memasang topeng dan berusaha mengesankan orang yang sesungguhnya tidak kita sukai atau malah menyakiti kita.

Salah satu cara agar jangan terlalu kecewa atau tersakiti dalam berhubungan dengan orang lain adalah menerima karakter setiap orang, bagaimanapun itu. Saat kita mengalami kejadian buruk dengan seseorang, bayangkan kejadian buruk itu terisap ke badan orang tersebut, sehingga udara sekitarnya bersih. Dengan begitu, kita tidak akan tenggelam dalam kesedihan dan sakit hati, karena setelah kabut hitam kekecewaan itu terisap ke satu orang yang spesifik, kita akan melihat betapa luasnya dunia, kita bisa fokus kepada dunia yang luas dan bersih itu, daripada 1 titik kelabu.

Insting kita adalah menjauhi semua yang tidak menyenangkan. Namun, bila kita dihadapkan pada suatu keadaan/proses yang menyiksa, bertahanlah. Ini akan berakhir, pasti berakhir, dan kita akan keluar sebagai pemenang.

sumber gambar.

 
1 Comment

Posted by on October 11, 2015 in Uncategorized

 

One response to “Saat Disakiti Orang Lain

  1. yud1

    October 16, 2015 at 10:59 am

    “whatever doesn’t kill you… kill it first.”😉 #sesat

    mm, sedikit serius sih. ada batas tertentu sampai di mana kita bisa (dan perlu) memperhatikan kata-kata dan sikap orang lain yang notabene di luar kontrol kita. sampai batas tertentu kekecewaan itu bagus —mungkin juga ada kesalahan kita, jadi bahan belajar etc etc— tapi lewat batas itu, jadinya nggak konstruktif juga.

    faidza faraghta fanshab; kalau sudah selesai, nggak bisa diapa-apain lagi, langsung lanjut urusan yang lain. nggak selalu mudah, tapi kalau nggak begitu ya nggak kemana-mana juga, toh.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: