RSS

Tiga Kesalahan Besar Orang Tua dalam Mendidik Anak

26 Feb

1. Orang tua tidak membiarkan anaknya mengambil resiko

sumber gambar

Studi menunjukkan anak-anak dengan orang tua yang terlalu protektif menghasilkan nilai yang lebih rendah daripada ortu yang lebih toleran terhadap resiko. Anak yang tidak banyak bermain di luar dan tidak mengalami luka karena bermain atau kecelakaan lain, seringkali mengalami phobia setelah dewasa. anak-anak perlu mengalami jatuh untuk menyadari bahwa jatuh itu normal. Ortu menghambat anak untuk menghadapi dunia yang sama sekali tidak tanpa resiko.

Remaja lebih siap untuk menghadapi resiko daripada kelompok umur lain. Mereka perlu untuk menguji batas-batas kemampuan mereka, nilai- nilai, dan menemukan identitas diri. Ini adalah saat-saat dimana mereka menemukan konsekuensi dari suatu tindakan, melalui pengalaman.

2. Orang tua menyelamatkan anaknya terlalu cepat

Ortu perlu mempersiapkan anaknya untuk melakukan pekerjaan sendiri tanpa bantuan. Bila orang tua
memberi tahu semua langkah yang harus diambil, menyelesaikan semua permasalahan anaknya, hal ini akan
membuat anak tidak berpikir jauh sebelum melakukan sesuatu, karena mereka berpikir “cepat
atau lambat orang tuaku akan menyelamatkanku dan membereskan segalanya”. Sama sekali bukan cara
kerja dunia.

3. terlalu banyak memuji

Studi menunjukkan, seseorang yang mendapatkan terlalu banyak pujian, tidak akan menunjukkan
konsistensi dalam usaha. Dia akan berhenti berusaha saat tidak mendapat reward.

Pada saat ortu terlalu gampang memuji, sebenarnya anak belajar untuk menipu dan berbohong serta
menghindari kesulitan. Anak tidak disiapkan untuk menghadapi kesulitan. Layaknya vaksin, anak harus
mendapatkan dosis kesulitan tertentu agar bisa membangun kekuatan untuk menghadapinya.

Akan tiba masanya, anak ingin mengembangkan sayapnya sendiri, orang tua harus membiarkannya.
Berikut beberapa ide:

1. bantu anak mengkalkulasi resiko
2. bantu anak belajar membuat pilihan
3. ceritakan pengalaman orang tua mengenai resiko yang pernah dihadapi ortu dan bagaimana ortu mengatasinya
4. alih-alih memberikan hadiah materi, bagaimana dengan menghabiskan waktu bersama?
5. pilih resiko positif dan dorong anak untuk melakukannya, seperti olah raga, bekerja dll
6. jangan biarkan rasa bersalah menghalangi orang tua untuk membimbing anaknya ke arah yang benar.
Bukan tugas orang tua untuk merasa bahagia dengan memberikan hal yang bisa membuat mereka senang,
tapi sebenarnya tidak baik untuk mereka. Misalnya membelikan motor untuk anak di bawah umur. Anak mungkin akan merajuk bila tidak dikabulkan saat minta dibelikan motor, hal ini membuat orang tua selalu mengabulkan permintaan anak.
7. jangan memberikan hadiah untuk pencapaian kecil.

Mungkin akan ada waktu-waktu dimana anak marah pada ortunya karena tidak mendapatkan semua yang
dia inginkan. Biarkan anak merasakan kekecewaan, kerja keras, jatuh, dan gagal. Bila ortu memperlakukan anaknya sebagai benda yang rapuh, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang rapuh. Ortu harus mempersiapkan anaknya untuk dunia yang sedang menanti mereka. Dunia membutuhkan manusia dewasa yang tahan banting bukan yang rapuh.

Referensi: http://growingleaders.com/blog/3-mistakes-we-make-leading-kids/

 
Leave a comment

Posted by on February 26, 2013 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: