RSS

Indonesia is Superpower

02 Dec

Suatu saat, kita tidak hanya akan berperang karena emas hitam, tapi juga untuk emas biru.”

Negeri ini indah. Itu yang selalu saya imani. Cerita2 sebelumnya, Bukittinggi, Teluk Kuantan, Payakumbuh, lalu tempat2 yang belum sempat saya kunjungi (how much I am longing to experience Sulawesi and Kalimantan ), belum bagian terakhir pentalogi yang belum selesai itu . Seems like the place you want to spend the rest of your life.

Zamrud Khatulistiwa. Gelar yang memang pantas disandang negeri kita. Dahulu, saya kira hanya karena keindahannya yang luar biasa, karena harta karun ragam budaya, karena kesuburan yang hingga tongkatpun ditanam bisa tumbuh.

Hanya itu. Sampai tahu bahwa ternyata kompleksitas ekologi paling padat di dunia terdapat di Indonesia!! Negeri ini memiliki hutan yang paling luas dan paling kaya di dunia. EMPAT HEKTAR hutan di BORNEO (atau Kalimantan bagi kita) memiliki lebih banyak spesies pohon daripada KESELURUHAN AMERIKA UTARA. 4 hektar berbanding 2.470.900.000 hektar? Empat hektar tidaklah terlalu luas. Sebagai perbandingan luas UI adalah 320 hektar.

Kita memiliki beragam spesies yang tidak ditemukan dimanapun, kecuali Indonesia. Orangutan, Harimau Sumatera, hingga 23.28% dari total spesies burung contohnya.

Disamping itu, keragaman hewan dan tanaman laut Indonesia juga yang tertinggi di planet ini. Keragaman laut tertinggi untuk semua kategori utama!!!

(semakin tinggi kepekatan warna menunjukkan semakin tinggi keragaman hewan dan tumbuhan (biodiversity) laut)

Bisakah kita temukan tempat lain yang menyamainya?

Anugerah seagung ini, yang bahkan gunung dan laut minder untuk memikulnya, dipercayakan ke manusia. Malaikat sampai bertanya2, kenapa kekuatan sebesar ini diserahkan kepada manusia? Padahal manusia itu sangatlah zhalim. Dan akibatnya, bumilah yang menanggung derita. Dimana-mana terjadi kerusakan lingkungan. Guinness Book of Record mencatat, setiap tahun 1.5 juta hektar hutan bernilai tinggi Indonesia lenyap, ekivalen dengan 6 kali lapangan bola setiap menitnya. Deforestasi besar-besaran sedang terjadi tepat di depan hidung kita.

Sedih sekali mendengar Indonesia menempati urutan ketiga sebagai penyebab perubahan Iklim setelah USA dan China. Mereka karena industrinya, kita karena pembakaran hutan. Ironis…

Ini adalah gambar pulau Kalimantan, warna hijau menandai daerah hutan. See, setidaknya setengah wilayah hutan Kalimantan sudah hilang.

“Yah, setidaknya kan masih ada setengah lagi..”

Eh eh, jangan salah. Yang setengah itu adalah daerah tebing dan jurang, yang kemiringannya mencapai 90 derajat, belum bisa sempat ditebangi saja.

Illegal logging, konversi hutan menjadi lahan, kebakaran, dan pemerintahan yang lemah dituding sebagai penyebab utama deforestasi. Laut Indonesia yang terkaya semuka Bumi inipun tidak luput dari perusakan menggunakan dinamit dan cyanide fishing.

Pada gambar kedua, cyanide disemprotkan ke sarang2 ikan. Ikan2 akan teler dan melayang2 ke atas. Saat itulah ditangguk. Bahayanya disini, ikan2 bocah juga ikut jadi korban. Bahkan kode etik para pemancing adalah melepaskan kembali ikan2 kecil yang terpancing. Kalo ikan2 kecil juga mati, lalu apa yang akan jadi ikan besar nantinya?

Lebih jauh lagi, mau tidak mau kita berhadapan dengan si populer, climate change. Perubahan ikllim akan membuat cuaca tidak menentu, kenaikan temperatur dan curah hujan. Lalu tentu saja kenaikan permukaan laut. ITB (2007) menyatakan setiap tahun, permukaan laut naik 1 cm.

“Wah wah wah, laut naik, tanah berkurang dunk.”

Absolutely!! Air perlu tempat dan dia akan menggusur kita dari rumah lebih efektif dari Pamong Praja. Inilah profil Jakarta pada tahun 2050.

Yang biru adalah banjir akibat naiknya permukaan laut karena pemanasan global. Daerah mana saja itu? Adakah rumahmu termasuk yang (akan) berwarna biru?

Setelah beruang kutub yang tewas kelelahan, berenang mencari daratan untuk ditinggali, kitakah selanjutnya? Mungkin sebaiknya kita mulai belajar berenang.

Itu baru Jakarta, daerah lain segera menyusul. Indonesia akan kehilangan pulau2 kecil dan daerah2 rendah. Rumah dan kampung halaman kita mungkin saja. Topan, kekeringan, kebakaran, banjir, penyakit juga seakan tak mau kalah ikut ambil bagian.

Degradasi lingkungan ini menyebabkan menurunnya pemasukan, penurunan keamanan makanan dan kesehatan. Ini tidak lain akan membawa kepada konflik. Setiap orang butuh makan, udara segar, tanah, air bersih, dan uang. Saat semua elemen kehidupan ini terus tergerus, sementara jumlah manusia akan mencapai tujuh miliar tiga tahun lagi, kita akan semakin bersaing untuk memperebutkannya.

Saat itulah, emas biru alias air (dan elemen2 kehidupan lainnya) akan lebih berharga dari minyak, si emas hitam. Tinggal menunggu waktu pecahnya perang jenis baru.

Sigh, kenapa terdengar pesimis ya?

Padahal dengan semua potensi alam: kompleksitas ekologi terpadat, hutan terkaya, biodiversity laut tertinggi, keindahan dan kesuburan alam, bersama dengan kekuatan 238 juta penduduk, Indonesia is (supposed to be) superpower.

Tapi kenapa?

Kenapa kita ibarat tikus yang mati di lumbung penuh padi?

~~~

Referensi: presentasi Bp. Alfred Nakatsuma pada Get Together Goodwill Oktober 2008

 
10 Comments

Posted by on December 2, 2012 in Uncategorized

 

10 responses to “Indonesia is Superpower

  1. suharjono

    February 9, 2009 at 11:25 pm

    Karena rakyat indonesia belum mampu untuk mengelola kekayaan yang kaya dan melimpah… atau istilah orde barunya gemah ripah loh jinawi…

    ibarat seorang anak kecil yang punya toyota alphard, mewah… kaya… tapi percuma, sang anak tidak bisa mengemudi…

    Oleh karena itu banyak yang berlomba2 berusaha memanfaatkan toyota alphard dari sang anak kecil dengan berbagai cara…

    Tanggung jawab kita untuk mendewasakan anak kecil itu…

    ~Saya suka topiknya….
    ~Themenya kenapa ganti Uni??

     
  2. akeminissa

    February 10, 2009 at 1:19 am

    Indonesia really need the role of their youth to save the environment..
    We must start it from the most simple thing..
    No littering!!
    Reduce plastic, paper, and styrofoam usage!!
    Arise the environment friendly issues in our community
    Hopefully, It will be worth for the preservation of Indonesia’s Environment ..

     
  3. agungfirmansyah

    February 10, 2009 at 7:03 am

    Saya jg punya cita2 untuk mengelilingi nusantara😀 . Biar wawasan nusantaranya tambah kuat. Alhamdulillah…, saya jg sudah menginjakkan kaki di swarnabhumi.😀

    Sampai saat ini, saya masih berpikir bahwa pendidikan adalah kunci utama agar bangsa Indonesia benar2 menjadi bangsa yang besar.

    Memiliki sumber daya alam yang dibutuhkan dunia tidak secara otomatis membuat kita mampu mendominasi dunia.

    Kita bisa lihat si emas hitam. Coba, negara mana yang punya, tapi negara mana yang dominan. Being a great country is about being a great nation, not having a lot of resources.

     
  4. kamal

    February 16, 2009 at 12:08 pm

    nice post…. komprehensip bahasannya

    tapi sayang berhenti sampai disini

    “Kenapa kita ibarat tikus yang mati di lumbung penuh padi?”

    mudah2an ada lanjutannya mengenai apa hal konkrit yg bisa kita lakukan untuk memperbaiki dan memberdayakqan lingkungan hidup Indoneia

     
  5. Ihsan

    February 22, 2009 at 9:15 pm

    aku dapat info bahwa situs facebook punya orang yahudi, jadi berguna untuk membantu israel membiayai persenjataannya guna menghabisi kita umat islam,

     
  6. Fahmi

    April 5, 2009 at 10:35 am

    superpowernya masih lama dunk….?

    nunggu negara lain kehabisan air ma udara yg bersih..?

    just like carbon trading..kita, Indonesia disuruh jadi anjing yg njaga hutan2 kita biar gk gundul,,jadi hutan tu cuma berguna bwat paru2 dunia. gk boleh ditanemin (klapa sawit or agribisnis lainya)..

     
  7. haryman

    August 7, 2009 at 12:15 pm

    Nyasar ke blog ini, lalu baca tulisan di atas. and then..
    I really really like this post..
    Tak bermaksud berlebihan tapi dua jempol untuk penulisnya. Bahagia mengetahui, masih ada intelektual muda Indonesia yang perhatian pada sisi fundamental ini. Terus menulis dan jangan pernah berhenti. Salam kenal.

     
  8. bhu

    March 6, 2010 at 7:16 am

    Indonesia butuh pemimpin yg cinta rakyatnya dan bukan pemimpin yg selalu mementingkan citra pribadi.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: