RSS

Monyet Itu Cakep ga?

27 Jun

Menulis itu menyembuhkan. Karena saya lagi pengen sembuh makanya ditulis aja apa yg mengganjal di hati.

Saat ke kampus, trus ketemu orang, katakanlah, si A. Si A ini memang orangnya (ugh, mo bilang menyebalkan tapi aspek etika menghalangi) agak kurang manis. Tipe orang yang selalu mengharapkan yang terburuk dari orang lain. Yah, sayangnya tipe orang tersebut does exist, dan berkembang biak dalam masyarakat.

Nah, suatu kali, bawa Nafisa ke kampus. Ketemu si B. Duduk sebangku sama B, B ngajak maen Fisa, Fisa masih liat2, belum mau sama orang asing. Kita ketawa2, Fisanya udah mau deket, senyum2.

Datenglah si A. Basa- basi biasa. Nanya hal2 biasa seperti ibunya (ibu saya) udah meninggal ya? Itu bapaknya (nya=saya) udah pensiun? Saya jawab Ya. Dulu lahirannya sesar ya? saya jawab “normal”, trus dia bilang “Ooo.. Sesar” . Some people hear what they want to hear. -.-”

A liat Fisa, trus bilang “Kecil ya, anaknya si C gede banget”. Saya diem aja.

“berapa dulu panjangnya pas lahir” Lanjut A. Saya jawab 49 cm.

“Ooo…. kecil itu, anak X aja 151 (iya dia bilangnya SERATUS LIMA SATU)”

Saya melongo, ha! Bayi lahir panjangnya 151? 51 kali?

“Ga! 151” Yasudahlah, yang waras ngalah.

Si B ngajak fisa mo gendong, karena ga kenal fisa ga mau. Lagi2 dibandingin “kalo anaknya si C mau tuh digendong” Cibir si A.

Astaghfirullahal ‘adzim. Ok, sudah saatnya saya pergi, sebelum melubangi pagar dengan kemarahan saya.

Jadi, monyet itu cakep ga?

Kredit: http://raincultura.blogspot.com/2011/01/topeng-monyet.html

Cakep? Umm.. memang siih cakep itu relatif, tapi kalo sampai monyet dibilang cakep, duh ga kebayang betapa desperate nya engkau, nak.😛

Bila seluruh manusia dites kejujuran untuk satu pertanyaan “Monyet cakep ga?” Saya percaya hampir semua yang bilang GA!!

Tapi ada yg bilang monyet itu cakep, siapa?

Ibunya.

See, ibu monyet aja sebegitu sayangnya sama anak, keukeuh bilang anaknya cakep padahal ayam rabun senja juga tau fakta yg sebenernya. Apalagi manusia. Seorang ibu sangat sensitif ttg anaknya. Tentu saja, saya ga suka kalo anak saya dijelek2in. Walo ga segede anak si C, Nafisa sangat lincah dan ceria. Beratnya proporsional, tingginya melebihi umurnya, malah hampir sama dengan anak lain yang setahun lebih tua. Merangkaknya juga kenceng, ramah, dan pinter.

Di usianya yg 10 bulan, selain merangkak dengan cepat, dia udah bisa berdiri dengan berpegangan, mengucapkan berbagai kata, mengenali orang, suka sekali tertawa, dan jarang sakit.

Jadi, untuk fortifikasi sedikit hal yang bermanfaat dari postingan kali ini, saya mau memberi tahu tips merengkuh hati seorang ibu. Apa itu? ya, kayanya udah pada tau. Sayangi anaknya.

So, mungkin saya sudahi saja mengomel untuk kali ini. Sampai jumpa di kesempatan ngomel selanjutnya. Recovery done.😀

 
2 Comments

Posted by on June 27, 2011 in Uncategorized

 

2 responses to “Monyet Itu Cakep ga?

  1. heningsept

    June 30, 2011 at 2:53 am

    aku sayang kok sama nafisa…hihihi.. sabar ya bu.. itu kan ujian jg😉

    btw, monyet yg di poto itu cakep kok…hehehe :p

     
  2. nuraeni

    September 12, 2011 at 7:29 am

    bersabarlah bu,
    nanti juga pasti ada imbalannya kalau de nafisanya udach gede..
    he”…

    monyetnya lumyan cakep juga tuch ,,

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: