RSS

Harvest Moon

05 Aug

Tau Harvest Moon? Ga tau?

Itu lho RPG (Role Playing Game) yang kita jadi karakter petani yang punya pertanian. Saat awal, kita akan dibekali dengan sebuah kebun kosong terbengkalai, sebuah kandang sapi dan domba, kandang ayam, kandang kuda, kandang anjing (ini sih ga kepake), dan kolam ikan. Semuanya masih kosong melompong. Nah tantangan bagi pemainlah untuk mengembangkan pertaniannya jadi makmur sentosa dengan bekal uang 500 Gold.

Selain bertanam dan beternak, pemain juga bisa menambang logam mulia di dua buah tambang yaitu waterfall mine dan winter mine. Selain itu, pemain juga harus bersosialisasi dengan penduduk desa lainnya. Pemain juga bisa mengejar gadis yang disukainya lalu nikah dan punya anak, asyik kan😀 .Trus juga ada festival2 seru di Mineral Village tersebut seperti Swimming Festival (bleh, ini susah menanginnya, keburu kehabisan napas mulu), Cooking Festival, Thanksgiving Festival (para gadis ngasih hadiah coklat atau kue coklat tergantung tingkat kesukaannya terhadap karakter pemain), Horse Race Festival, Tomato Festival (main perang2an pake peluru tomat) dll. Permainan ini berlangsung selama 3 tahun, dimana masing2 tahun terdiri dari 4 musim (spring, summer, fall, winter). Setiap musim memiliki jenis tanaman yang berbeda, festival serta event yg berbeda. Di akhir tahun ketiga, karakter pemain akan dievaluasi keberhasilannya. Bila dianggap sukses, bisa memiliki pertanian itu dan sebaliknya bila gagal, harus pergi.

Oh, I love this game. Dulu pas SMA mainnya di PS, sekarang di komputer. Seru aja, mulai dari modal minim sampai udah punya hothouse (rumah kaca yang berarti udah sukses dan punya banyak duit). Permainan ini memang seru banget. Bertanam, menambang, menghadiri festival, mengejar wanita, memberi hadiah villagers yang ultah, trus event2 lainnya. Senengnya hati ini saat keluar rumah di pagi hari dan mendapati tanaman udah bisa dipanen. Juga saat duit udah cukup buat beli ayam atau sapi atau domba pertama😀

Namun, memasuki pertengahan tahun kedua, permainan mulai berjalan monoton. Karena biasanya pemain udah memiliki hampir semuanya seperti rumah dan kandang semua sudah diupgrade, hothouse udah ada. Sapi, domba, dan ayam udah maksimal, plus duit ga habis2. Dulu nyari duit supaya bisa beli bibit, beli ternak, upgrade rumah, atau beli hadiah buat hadiah ultah para villagers. Sekarang saat duit udah kebanyakan dan ga ada yang bisa diraih, main jadi kurang menggairahkan.

Itulah yang saya rasakan sekarang. Sekarang main sampe winter tahun kedua, but kerjaan cuma ngecek ternak dan nyiram tanaman di hothouse trus tidur. Lalu kenapa masih mau mainin? Karena saya belum nikah dan punya anak hehe😀

Harvest Moon lebih seru di saat2 berusaha, saat2 pemain bisa liat kemajuan yang diusahakannya dan bahagia karenanya, walaupun hanya sepetak terong yang panen hari itu.

Saya jadi kepikiran, hidup di dunia nyata juga gitu. Kalo kita udah punya semua yang kita inginkan, tak ada lagi yang bisa diraih, tak ada lagi gunung yang lebih tinggi untuk didaki, hidup akan terasa monoton, kurang menggairahkan.

Ada sepotong kisah di buku The Alchemist tentang seorang bapak yang membuka toko kristal di jalur yang dilalui orang-orang yang ingin ke Mekah untuk berhaji. Sengaja beliau membangun toko disana supaya bisa melihat orang-orang yang berangkat haji dan terbakarlah semangatnya untuk mengumpulkan uang berangkat haji. Oh, betapa dia ingin berangkat haji, berkumpul bersama saudara2 seiman yang mengagungkan AsmaNya, mencium Hajar Aswad dan beribadah di Masjid Haram (saya juga pueengen :’-(  ). Akhirnya uang yang terkumpul cukup untuk berangkat haji, namun hatinya tiba2 diliputi keraguan. Berhaji selama ini adalah passion-nya yang terdalam, yang mendorongnya bangun pagi dan menggosok gelas2 kristalnya satu persatu hingga mengkilap untuk menarik hati pembeli. Namun, saat kesempatan itu sudah di depan mata, dia ragu. Dia takut. Dia takut bila dia sudah berhaji, sudah mendapatkan apa yang selama ini menjadi impiannya, dia sudah tidak punya semangat lagi untuk melanjutkan hidupnya dan bekerja. Berhaji selama ini adalah keinginan yang memantik semangatnya untuk hidup.

Sama halnya dengan Harvest Moon tadi. Saat saya sudah memiliki semua yang diinginkan dan duit ga abis2, jadi ga semangat. Buat apa lagi maen? So, syukuri apa yang kamu punya saat ini dan apa yang belum kamu punya, Mer. Lihat perkembangannya, kecil saja tak apa.

~ sebuah renungan di bulan Agustus 2010 yang istimewa karena 3 hal :1. bulan penuh berkah karena Ramadhan, 2. insya Allah kedatangan sang malaikat kecil serta 3. insya Allah tercapainya satu milestone dalam keluarga kecil ini. Amin. Alhamdulillah.

 
2 Comments

Posted by on August 5, 2010 in Uncategorized

 

2 responses to “Harvest Moon

  1. Sidicx

    September 6, 2010 at 10:50 am

    Waah…Subhanallah…dari game Harvest Moon bisa jadi filosofi hidup kayak gitu…

    Mantabh! hehe…

    Jadi inget dulu saya yang ngasi tau cara maen Harvest Moon pake emulator di Komputer, hehe…😛

     
  2. Wendy Achmmad

    September 15, 2010 at 7:01 am

    Keren nih artikelnya …. saya ada trik terbaru atau apakah …

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: