RSS

Pentingnya Koneksi

08 Jul

Hari ini ngurus surat pindah. Jadi saya mo bikin kartu keluarga baru biar gampang ngurus akte kelahiran dedenya nanti. Jadi, siapa tahu perlu, berikut saya ceritakan alurnya.

Dokumen yang diperlukan: KK asli, KTP asli, pas foto 2 buah ukuran apa aja.

Berikut prosesnya:
1. Dateng ke kantor kelurahan untuk ambil formulir.
2. Formulir yang sudah diisi, dibawa ke ketua RT untuk ditanda tangani
3. Formulir yang sama dibawa ke ketua RW untuk ditanda tangani dan distempel.
4. Balik lagi ke kantor kelurahan bawa formulir tersebut dan bayar biaya leges (?) sejenis materai untuk biaya restribusi sebesar Rp. 5000.
5. Dokumen yang dikasih kelurahan bawa ke kantor kecamatan untuk ditanda-tangani camat. Disini ga ada pungutan apa-apa.
6. Pergi ke kantor Kependudukan dan Catatan Sipil. Disinilah surat pindah didapatkan, lagi-lagi ga ada biaya apapun.

Masalah biaya, walaupun tidak ada tarif resmi, kadang-kadang pemohon memberikan uang sukarela. Namanya juga sukarela jadi suka-suka si pemohon mo ngasih berapa atau ngasih atau tidak. Tapi menurut saya, Pemkot udah susah membersihkan diri kaya gitu, kenapa kita masyarakat malah menggoda mereka dengan ngasih duit?

Yak, begitu alur permohonan surat pindah. Nah, yang mau saya ceritakan disini intinya bukan itu. Jadi, kebetulan ketua RT, Ketua RW, lurah, camat, dan staf di kantor capil semuanya temen papa. Jadi pas ngurusnya, pas liat KK pak RW berseru “Oo.. iko (ini) si Meri anak Pak B**” langsung deh tanda tangan tanpa banyak basa-basi lagi. I love my dad for sure but ga bangga juga sih dikenal sebagai anak Pak B**, secara saya menganut prinsip Ali bin Abi Thalib, bukanlah pemuda yang mengatakan inilah ayahku, tapi dialah pemuda yang mengatakan inilah diriku. Tapi memang begitulah keadaan saat ini.

Saya liat begitu gampangnya urusan saat ada koneksi. Kebetulan ada masalah dengan KK yaitu nama saya ga ada di sana lagi karena saat datang petugas kerumah mendata, saya udah ga di rumah karena udah nikah dan tinggal di depok (tapi belum buat KK). Nah, saya ga termasuk KK mana-mana dunk. Itulah masalahnya, mo ngurus surat pindah, pindah dari mana?

Dengan adanya kenalan, urusan ini jadi gampang. Di kantor kelurahan dan capil yang ngurus detil, langsung diurus aja sama pegawai disana. Coba kalo ga kenal, mesti ngurus KK baru lagi, ke kelurahan lagi, RW lagi dll. Ribet aja -.-”

Itulah pelajaran berharga hari ini. Saya yang ga begitu suka keramaian dan lebih suka sendirian, jadi terbuka matanya betapa pentingnya memiliki kenalan. Harus lebih menjaga silaturahmi. Bukankah silaturahmi adalah jalan menuju rezeki? Cobalah bergaul baik dengan banyak orang.

Keuntungan koneksi tidak hanya kali ini saja yang saya alami. Saat ngurus nikahan dulu, dapet kemudahan dan kemurahan saat ngurus tenda, florist, KUA dll. Malah florist dapet gratis dan tenda dimurahin, karena kenalan. Juga pas ngurus ke penghulunya, harusnya calon penganten pria dan wanita menghadap ke penghulu sekitar seminggu atau agak lama sebelum hari akad untuk verifikasi data dan mendengerkan beberapa petunjuk, wejangan, dan arahan dari penghulunya. Karena calon pengantin pria jauh, maka kita ketemu penghulunya hanya beberapa jam sebelum akad. Karena kenalan.

Begitulah, koneksi itu penting. Bergaullah secara baik dengan banyak orang dan jangan ambil hak mereka.

 
6 Comments

Posted by on July 8, 2010 in fenomena

 

6 responses to “Pentingnya Koneksi

  1. havban

    July 8, 2010 at 11:03 am

    like this.. ^^

     
  2. Meri

    July 8, 2010 at 11:06 am

    Thank you..
    Trying to apply it in daily life ^o^

     
  3. maulinniam

    July 8, 2010 at 11:31 am

    Ha ana dza…!
    it’s me…!
    niki kulo…!
    inilah saya…!

    *terus dengan sinisnya dijawab, “emang situ siapa?” ahahahaha

     
  4. themask

    July 8, 2010 at 1:43 pm

    like this too..

    silaturahmi memudahkan jalan rezeki.
    dan yang paling penting silaturahmi adalah perintah Allah.
    menjalankan perintah-Nya berarti bukti taat kepada Allah.
    dan ujungnya mudah2an digolongkan ke dalam orang2 yang bertakwa dan dicintai Allah.

     
  5. hening

    July 9, 2010 at 8:46 am

    like dis ibu meri..
    ~biar beda dikit ama yg di atas like this-nya hehe
    thanks for sharing

     
  6. rachman

    July 13, 2010 at 3:14 am

    good job,.. like this.. (hm jadi inget rianty)
    suka gaya penulisannya.
    ku juga ngurus KK sendiri, akhirnya jadi tahu mana pak RT , mana Bu lurah yang cantik, dan loket KK KTP hihihi.. bayar 5rb KK, KTP 10rb, ga apa apa yang penting besoknya udah jadi..🙂

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: