RSS

S3? Siapa Takut!

23 Mar

Oleh  Edi Sukur

Waktu itu, sekitar tahun 2000, datang seorang mahasiswi kepada seorang dosen, dia menghampirinya dengan wajah yang muram, dan kemudian berkata,

“Pak, beasiswa Program Magister dan Doktor saya lolos”.

Dan hanya itu saja kata2 yang keluar dari mulutnya, tanpa diikuti ekspresi apapun dari wajahnya… mengingat di luar
sana berjuta – juta orang memimpikan pencapaian ini. Dan sang dosen tertegun, kemudia dia berkata,

“Bagus donk dek, kamu bisa bikin bangga banyak orang, dan itu merupakan jalan hidup yang sangat baik. Lalu apa yang membuat kamu terlihat bimbang dek?”

Akhirnya mahasiswi itu bercerita kepada sang dosen.

“Pak, sekolah hingga S2 danS3 merupakan cita-cita saya sejak kecil, ini adalah mimpi saya, tidak terbayangkan rasa bahagia saya saat memperoleh surat penerimaan beasiswa ini…. Tapi pak, saya ini akhwat, saya wanita, dan saya bahagia dengan keadaan ini.. Saya tidak memiliki ambisi besar, saya hanya senang belajar dan menemukan hal
baru, tidak lebih.. Saya akan dengan sangat ikhlas jika saya menikah dan suami saya menyuruh saya untuk menjadi ibu rumah tangga.. Lalu, dengan semua keadaan ini, apa saya masih harus sekolah?? saya takut itu semua menjadi mubazir, karena mungkin ada hal lain yang lebih baik untuk saya jalani.”

Pak dosen pun terdiam, semua cerita mahasiswinya adalah logika ringan yang sangat masuk akal, dan dia tidak bisa disalahkan dengan pikirannya.. . Dosen itu pun berfikir, memejamkan mata, menunggu Allah SWT membuka hatinya, memasukkan jawaban dari pertanyaan indah ini…

Dan jawaban itu datang kepadanya, masuk ke dalam ide nya…. Pak dosen berkata
seperti ini kepada mahasiswinya. .

“Dek, sekarang bertanyalah kepada hati kecil mu, apa dia masih menginginkan dirimu untuk melanjutkan pendidikan ini hingga puncak nanti..”

Sang mahasiswi bingung, dia menunduk , air mata turun dari kedua matanya, seakan dia merasakan konflik hati yang sangat besar … yang saling ingin meniadakan.. Dosen itu melanjutkan nasehatnya..

“Dek, saya ingin bertanya kepadamu, kapan pertama kali engkau berhadapan dengan seorang S3 dan mendapat ilmu darinya?”

“Sejak saya kuliah di *** , Pak.” Jawab sang gadis.
Kemudian dosen itu melanjutkan ,”Ya dek, betul, saya pun demikian, saya baru diajar oleh seorang lulusan S3 semenjak saya kuliah di kampus ini.. Tapi dek, coba adek fikirkan, bahwa saat engkau memiliki anak, maka orang pertama yang
akan menyapih rambut anakmu adalah seorang lulusan S3. Orang yang pertama mengajaknya berjalan adalah seorang
ilmuwan tinggi, dan sejak dia mulai membaca, dia akan dibimbing dan dijaga oleh seorang Doktor. Itulah peranmu sebagai ibu nanti, apakah engkau bisa membayangkan betapa beruntungnya anak manusia yang akan kau lahirkan nanti.”

Dan itulah jawaban Allah SWT melalui pak dosen…. Mahasiswi itu tersadar dari konflik panjangnya, dan ia tersenyum bahagia, sangat bahagia, air matanya menjadi air mata haru, dan ia berdiri, mengucapkan terima kasih nya kepada sang
dosen, dan berkata ,

“Pak, terima kasih, akan saya lanjutkan pendidikan ini hingga tidak satupun puncak lagi yang menghalangi saya.”

Betapa hidup itu sangat berarti, dan jadikan ia bermakna.. Bukan uang yang nanti akan membuatmu bahagia, tetapi rasa syukur mu lah yang akan menjadi kebahagiaan yang hakiki,.

Based on Dr. Hermawan Dipojono story… Lecture from Physics Engineering, ITB .

~~~

So wanita kuliah tinggi2? Siapa takut!!!

 
11 Comments

Posted by on March 23, 2010 in Uncategorized

 

11 responses to “S3? Siapa Takut!

  1. havban

    March 23, 2010 at 6:33 am

    Hihi.. cerita ini dah menyebar ke mana2 ternyata..😀

    Ada cerita dari temen yg pernah nanya ke cewe korea yg kuliah di sini… jadi, di kampus ini ada jurusan namanya “Pure Love” .. kalo literal sih artinya “cinta sejati” hehe..

    Dia ditanya ama temen, kenapa milih jurusan ini..? katanya.. dia pengen jadi ibu yang baik..

    wiiih.. kuliah S1 cuman supaya jadi ibu yang baik.. harusnya gak pake cuman sih..😛

    mantab lah..

    Jadi jurusan Pure Love itu mengajarkan agama Unification gitu di sini.. kalo dalam agama islam mungkin jurusan Tauhid kali ye.. kkk

    Di sini anak2 yg kuliah kebanyakan dikirim ama ortunya buat mondok kalo istilah kita kali yak.. jauh2 dari jepang n cina.. bahkan amerika.

    dan yg menarik.. mereka sudah nikah sejak dini.. mungkin itu bisa diceritain laen kali.. >.<
    *kok gua jadi ngalor ngidul gini yak ceritanya.. :P*

    yosh.. cerita yg inspiratif.. jadi cewe gak usah takut2 kuliah tinggi2.. ^^

     
  2. leni

    March 23, 2010 at 7:03 am

    great story, mer
    thanks😉

     
  3. ratna

    March 25, 2010 at 3:39 am

    mer..bagus banget. boleh di copy nggak? buat di share ke teman2 yg lain

     
  4. risetbisnisundip

    March 28, 2010 at 12:32 am

    Mer, ijin ngopy yo…Indri

     
  5. Hafiza

    March 28, 2010 at 3:12 am

    izin ngopi yah… isinya bagus banget…

    sumber akan tetap dimasukkan koq..

    trims… ^^

     
  6. almushfi

    March 31, 2010 at 11:12 am

    emang kenal Pak Edi Sukur di ma May?

     
  7. memeto

    April 16, 2010 at 11:16 am

    merry…sangat suka dengan tulisan ini……..mataku berkaca2 lho (coz, saya sekarang juga mw skali lanjut, tapi gak punya uang…hmm……)
    mudah-mudahan ALLAH SAW mendengar doaku ini..amin..

     
  8. muhalim dejes

    April 16, 2010 at 11:17 am

    yg dimaksud memeto itu muhalim dejes ya mer..^^

     
  9. Leni

    April 28, 2010 at 4:33 am

    mer, leni copy ke blog leni, ya..🙂

     
  10. Meri

    July 8, 2010 at 11:40 am

    @havban: cerita yg menarik. Perspektif bahwa kuliah tinggi2 cuma buat jadi ibu RT kesannya useless, but teko kan hanya bisa menuang apa yang ada di dalamnya.

    Bayangkan semua ibu memiliki pengetahuan mengenai mendidik anak dengan baik berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah plus update informasi baik mengenai gizi, pendidikan, teknologi dll. Generasi mendatang bakalan terdidik dari kecil. Secara keluargalah madrasah pertama manusia.

    @Leni: samce2, len

    @Ratna, Indri, Hafiza, Leni: monggo, jeung🙂

    @Al; ga kenal, cuma dapet tulisannya

    @Memeto: amin, semoga dapet kesempatan lanjut. Semakin banyak orang baik yang berpendidikan di negeri ini, makin bagus. Semangat, Lim😀

     
  11. rafflesian.net

    May 7, 2011 at 12:20 pm

    salam kenal..
    blog yang bagus =)

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: