RSS

Alarm Kebakaran…

08 May

Saat nafas menyesak di kerongkongan,..

Oh no, almost midnight, tiba2 fire alarm meraung-raung. Memekakkan telinga. Kebakaran!! what should I do? Langsung melesat ke bawah menyelamatkan diri, untung cuma lantai 4, coba lantai 19. Di bawah, udah rame.

Ga papa, kapan lagi?

Yeah, ke empat kalinya dalam lima minggu.

Yang mengesankan adalah, hanya berselang tidak kurang dari 5 menit fire rescue sudah mendarat di TKP. Polisi tidak ketinggalan. Sementara mereka ke atas, saya merenung, mengingat tragedi kebakaran di negeri sendiri. There is no use to curse or complain, tapi alangkah indahnya kalo pemadam kebakaran di Indonesia juga setanggap ini. Bayangkan betapa banyak nyawa bisa terselamatkan. Harta benda yg tidak terkorbankan sia2.

Tentang datang segera di lokasi. Kenapa butuh waktu hingga 2 jam untuk sampai di lokasi. Macetkah? Mungkin. Atau sedang tidak available? Atau … entahlah.

Ada uang, ada fasilitas. Amerika Serikat memang punya uang, karenanya punya fasilitas yahud. I am just impressed.

Btw, back to fire alarm, kejadian fire alarm pertama yg saya alami adalah malam kedua di Athens. Diiinnnggin banget. Itu terjadi lagi enak2 tidur, ada bunyi keras. Awalnya cuek aja, mo tidur, ga tau itu apa. But lama2 mengganggu juga. Keluar liat roommate melenggang santai sembari berkata, “fire alarm…”. Turun ke bawah. Papasan sama Fire rescue di tangga.

Fire alarm kedua, dini hari. Setelah meraung-raung sekitar 5 menit, akhirnya berhasil merebut kesadaran saya dari alam mimpi. Turunlah ke bawah. Dan you know what. Itu adalah pertama kalinya saya merasakan seolah-olah nafas menyesak di kerongkongan.

Nafas menyesak di kerongkongan. Identik dengan perumpamaan kematian. Fir’aun yg bertobat saat napas menyesak di kerongkongan.

Saya bertanya2, apakah saya setakut ini sampai napas menyesak seperti ini. Tenang saja, itu cuma orang bakar popcorn lagi. Entah kenapa, tetap saja.

Dan tiba2 saya menyadari, itu bukan rasa takut setengah mati. Saya menggigil kedinginan!! FYI, saya dibesarkan di Bukittinggi, kota di dataran tinggi, terbiasa dengan rasa dingin. Namun, itu benar2 pertama kali menggigil, benar2 menggigil. Apakah begini rasanya nafas menyesak di kerongkongan yg dirasakan Fir’aun saat nyaris tenggelam?

Taukah kamu, apa sebabnya?

Korsleting? hubungan arus pendek? beban berlebih pada stop kontak?

No.. no.. no..

Ada yg bakar popcorn. Ya, popcorn. Bangun tengah malam, menggigil kedinginan, hanya karena popcorn. Hebat bukan? Belum tau penyebab fire alarm malam ini, mudah2an bukan karena popcorn lagi ato orang iseng yg berpikir akan sangat lucu nekan tombol alarm.

Peristiwa fire alarm sangat impresif, lampu nyala warna-warni, bunyi memekakan telinga, fire rescue dan polisi. Malam ini saya mendapatkan pengalaman berharga, yaitu lain kali kalo ada fire alarm lagi, harus inget bawa kamera.

 
10 Comments

Posted by on May 8, 2009 in USA

 

10 responses to “Alarm Kebakaran…

  1. erain406

    May 8, 2009 at 4:58 am

    popcorn?
    popcorn nya kenapa uni..?
    kok aku ga mudeng y..๐Ÿ˜›

     
  2. Meri

    May 8, 2009 at 4:59 am

    Ada yg bakar popcorn dan asapnya memicu alarm kebakaran.

    Nice..๐Ÿ˜›

     
  3. themask

    May 8, 2009 at 6:36 am

    Saya juga pernah merasakan nafas menyesak di tenggorokan (apa kerongkongan?), saat sakit radang tenggorokan plus hidung mampet dua2nya.. susah bernafas.. merasakan ajal sudah dekat..
    Mungkin agak berbeda dengan yg dirasakan Meri.. dan juga mungkin berbeda dengan sakaratul maut..entahlah seperti apa..
    Tapi, setiap kita pasti akan merasakannya, karena setiap yang bernyawa pasti merasakan mati..

     
  4. suharjono

    May 8, 2009 at 6:44 am

    fresh from the open postingannya ya… abis kejadian langsung ditulis…

    mantap… bahasanya spontan gitu soalnya…๐Ÿ˜€

    ~semoga Allah selalu melindungimu disana…๐Ÿ™‚

     
  5. fhi

    May 8, 2009 at 8:01 am

    hahahhaa, kok malah ke popcron seh maeriii..
    Trus yg di ingat kok malah kamera gmn seh ibu satu ini, wekekekke..
    Meri link aku dunk.. yah yah

     
  6. rimphy

    May 9, 2009 at 6:15 am

    “Malam ini saya mendapatkan pengalaman berharga, yaitu lain kali kalo ada fire alarm lagi, harus inget bawa kamera.”

    Err…Safety first…who knows where the gas tanks might be.
    Kebakaran di kantin fasilkom bbrp waktu lalu, entah kenapa orang2 malah senang menuju sumber bahaya instead of stay away as far as p. Kata Tunggul: “ada Natasha men”. ๐Ÿ˜„

    Ayah saya pernah berpesan kalo ada orang berantem, orang main petasan, kebakaran atau gempa bumi langsung kabur menjauh.

    If you have the time, visit my blog. Recent entry mention a little about Fir’aun and friends.

     
  7. ocu

    May 11, 2009 at 8:28 am

    hehehe …
    di sini building warden nya memang cepat tanggap, karena memang itulah pekerjaan mereka.

    Kalau di republik mimpi sih, biasanya pas ada proyek peremajaan pasar atau penggusuran daerah kumuh, semua mobil pemadam kebakaran mesti dikosongkan dulu, jadi begitu dibakar tengah malamnya, datang 2 jam kemudian mobil masih ngisi air…
    hehehe…
    lagian kalo ngga dibakar ngga mau pindah sih … padahal dah dari dulu disuruh pindah, tapi mereka nya ngotot, pake bawa kparat keamanan pula, nah … kalau keparat yang atas udah dikasih upeti, tinggal bakar ajah, dia nya kan ngga bisa disalahin warga lagi …

    kalo di sini biasanya alarm bunyi pas awal sesi, berhubung anak2 baru biasanya ngga percaya bahwa tanda dilarang merokok di sekitar gedung (apa lagi di dalam) itu bukan mainan… tapi … lumayan lah … kalo kuliah kan jadi semacam break gitu … ngumpul diluar setengah jam, cerita2
    hehehe

    tapi, bukannya pas di awal kuliah selalu di sebutkan rute evakuasi jika terjadi alarm ya?
    dan dipintu2 sudah diberi flyer,
    termasuk ada pintu2 khusus buat evakuasi yang dilarang menaruh apapun di rute tersebut …?
    kalaupun lampu mati, lampu penunjuk pintu keluar tetap hidup …

    kalau bukan kita,
    siapa lagi yang akan membangunkan republik mimpi?

     
  8. mishbah

    May 13, 2009 at 5:17 am

    gila.. parrah..

    ati2..

     
  9. kamal87

    May 13, 2009 at 10:40 am

    mer, berdasarkan pengamatan meri… kira2 apa yg lebih dari Bangsa kita (Indonesia) dibanding amerika sono

    soalnya kayaknya selama ini meri nyeritain ttg betapa hebatnya amerika sono aja deh…

    pasti Indonesia ada kelebihannya donk… apaan tuh mer kira2

     
  10. Meri

    May 13, 2009 at 11:40 am

    @kamal: insya Allah akan, Mal.

    Cerita ini dulu karena menurut saya ini hal yg bisa kita tiru dari mereka. kelebihan Indonesia tentu ada, banyak dan vital malah. Namun, lebih baik mengambil pelajaran daripada mengagumi diri sendiri.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: