RSS

Duk…Duk…duk

24 Dec

“Riooo, Capeklah…[1]” Aku menggedor pintu kamar mandi.
Terdengar sahutan “yo” jengkel dari dalam. Dua menit kemudian adikku itu keluar sambil bersungut-sungut. Aku bergegas menyita kamar mandi.

Sepuluh menit kemudian, mondar-mandir panik, minta bantuan Mama buat packing. “Aduh, Mer masa belum packing sih!!” Aku merutuki diri sendiri.
Diantara hitungan baju rumah, baju pergi untuk dibawa, Papa nanya “Sananyo pesawat jam bara, mer? [2]”.

Lirik tiket, “Pesawat jam 06.08, tapi harus kumpul dulu jam 06.00 dan sekarang,….. Hah!! Jam 08.00 lewat !!”

Oh, no aku ketinggalan pesawat. Tidak, tidak mungkin. Barangkali seharusnya berangkat besok, tertera tanggal 20 Desember 2008 di tiket, sementara sekarang tanggal 29 Desember 2008!!

Oh, ya ampun, ya ampun bahkan sudah terlewat 9 hari. Bagaimana ini? AKU KETINGGALAN PESAWAT !!! Oh, ya ampun, tidak mungkin. Cek lagi, benar tiket tanggal 20 Desember jam 06.08.

Aku. Benar. Benar. Ketinggalan. Pesawat.
Hilanglah semua. Hilang semua harapan itu. Hilang….
Aku tertunduk lemas. Sesak rasanya. Aku terhuyung. Dan tiba-tiba, gelap.

Saat terjaga, ngumpulin nyawa sebentar dan berucap “hhhh….Alhamdulillah, hanya mimpi, fiuhh…”

Kenapa aku sampai mimpi seperti itu, semua berawal dari secarik kertas, yang ditempelkan sekenanya di pintu kamar kos Jumat malam. Membacanya, aku terbelalak. Segera menghubungi nomor yang ada disana. Telepon pertama, ga diangkat. Telepon lagi, tidak diangkat lagi. Lagi, sama, ga diangkat. Lelah.

Akhirnya coba sms. Dibalas. Aku akan ditelepon Senin pagi. Alhasil tiga hari penantian itu, hati dan pikiran dipenuhi berbagai sangka. Ada harap disana.

Senin datang. Hape tidak boleh jauh dari jangkauan, siap disambar. Tidak ada yang menelepon. Kemudian telepon kosan berdering. Insting mengatakan mungkin itu telepon untukku, bergegas sambar jilbab dan perangkatnya. Mba Imas ngetuk pintu” Mba Meri, ada telepon”. Sip!!

“Ya hallo, ”
“bisa bicara dengan Imairi?”
“ya saya sendiri”.
“Saya Rathma dari IIEF.” Aku bersorak dalam hati
“Ya..” Deg.. deg…deg.
“Kira2 Imairi mo sidang kelulusan kapan?”
“Kira-kira Agustus 2009 insya Allah”. Kemudian, baru sadar, Mba Rathma nanya sidang, bukan wisuda, ah bodoh.
Mba Rathma terdengar agak lega “O gitu, kira-kira kalau Imairi ke Amerika gimana?”
Makin deg-degan “ummhh… menarik.”. Aku langsung menyesalinya. “Menarik”, Mer? Ga adakah kata yang lebih intelek, ah bodoh lagi.
“Menarik, ya?” Mudah2an salah, tapi terdengar sedikit kecewa. Tak bisa ditahan, aku membayangkan Mba Rathma bilang “makasih ya” dan nutup telepon. Toh, belum terucapkan. Belum terlambat. Aku berdoa. Dan…

“Selamat ya, Imairi terpilih untuk mendapatkan beasiswa IELSP”. Ucapnya.
“oh, ya.. makasih, Mba”
Kemudian pembicaraan beralih ke masalah teknis. Sementara akhirnya, musim semi sudi berlabuh di hatiku. Hangat.
Masih ada satu pertanyaan mengganjal. Akhirnya.
“Oh iya, kamu ditempatkan di Ohio University”. Yes!! Alhamdulillah.
….

Fiuh, panjang ya ceritanya. Beginilah, I don’t wanna miss any piece of the moment. Jadi, begitulah sobat, bagi kamu yang penasaran tentang hal ini. Ya, inilah jawabnya. Puji dan syukur kepada Allah SWT, Dia mengizinkanku ikut Indonesia English Language Study Program (IELSP) batch 6 selama 8 minggu di Ohio University, Athens, Ohio, Amerika Serikat. Insya Allah akan berangkat 2 April 2009 dan kembali 30 Mei 2009.

Ini sepenuhnya kemudahan dariNya. Seandainya aku diassign ke Syracuse university akan berangkat May, balik Juli. Makin telat lagi kalo ke Arkansas University maupun University of South Carolina. Hanya Ohio University yang berangkat April ini yang insya Allah memungkinkan untuk pulang tepat waktu, untuk sidang kelulusan. Pemilihan universitas ini benar2 di luar kuasa penerima beasiswa. Alhamdulillah.

Sobat, kalo kamu mau tahu prosesnya, begini ceritanya. Tahap pertama adalah pengisian form aplikasi dan pengumpulan berkas2. Dokumen yang dibutuhkan tidaklah susah didapat. Satu-satunya yang agak butuh perjuangan hanyalah TOEFL ITP atau TOEFL International. Tes TOEFL bisa dilakukan di LBI FIB UI. Juga perlu surat rekomendasi dari dosen. Lengkapnya disini.

Lalu tahap interview. Nah, kalau kau mau tau, sobat, tahap ini tuh hecticnyaa…. .pas-pasan banget nyampenya, begitu kaki menginjak anak tangga terakhir, ada yang manggil namaku. Mulanya salah denger, ternyata bener, pas banget giliranku. Coba seandainya terlambat 5 detik saja. Sia-sialah.

Sebelumnya selama di jalan, keep encouraging myself, “Mer, you are well prepared, just relax. Face it and just tawakal after all.” Membayangkan interviewernya serem2, oh.

Tok..tok, dorong pintu, sebuah wajah penuh senyum menyeruak dengan sapaan yang tidak kalah ramahnya “Halo, Dear, why are you so late?”

Beneran, keramahan itu, membuat kegugupanku tidak beralasan, terus kita ngobrol deh. Bukan wawancara, tapi ngobrol. Beberapa kali, ibu itu mencondongkan tubuhnya ke arahku dari balik mejanya, dan kami bertatapan, hanya bertatapan, sambil saling melempar senyum.

Kita ngobrol tentang rencanaku di masa depan, dan pendapatku tentang masalah paling besar yang sedang dihadapi bangsa ini. Ibu Anna, interviewerku, juga banyak bercerita, kusimak baik-baik setiap tutur katanya.

Sensasi ini terputus paksa saat ibu Anna berkata, “we have to stop now, may be you can buy me a cup of coffee and we can talk any longer”.

Aku benar2 menikmati ngobrol dengannya, kematangan ibu itu, nyaman. Tak bisa kutahan, aku berkata sepenuh hati, “I really enjoy talking with you, Ma’am”, dengan nada agak rendah diujung kata, takut dianggap menjilat.
“Yes, me too”.

Aku terpaksa angkat kaki, sambil mengukir namanya dalam hati. Thank you so much, Ma’am.

Aku juga ingin bilang makasih buat Toni dan Yulia untuk dukungan kalian waktu itu, seandainya tidak ada dukungan itu, mungkin aku akan sangat panik dan mengacaukan segalanya. Juga makasih buat Leni dan Puspa, di negeri Malay sana, for waking me up. Kami disini akan merindukan kalian.🙂

~ bahasa Minangkabau
[1] buruan, cepetan.
[2] sebenernya, pesawat jam berapa, Mer?

 
23 Comments

Posted by on December 24, 2008 in Blogroll

 

23 responses to “Duk…Duk…duk

  1. franova

    December 25, 2008 at 5:24 am

    Great!!..
    Selamat ya Meri…
    Semoga mendapatkan pengalaman berharga di sana. Amin..
    Jangan lupa mengurus keperluan kuliah(kuliah reguler, ta atau sp) di pertengahan semester nanti.

    Ditunggu ceritanya di bulan Mei atau Juni Nanti..🙂

    Congratulations!!!

     
  2. havban

    December 25, 2008 at 5:59 am

    mantap… ^^

    Ditunggu oleh2nya bu..

     
  3. suharjono

    December 25, 2008 at 10:45 am

    oke deh..

    hatiku ikut hangat mendengarnya….

    ~ditunggu foto2nya ya…

     
  4. tiara

    December 26, 2008 at 2:37 am

    Oalah, ini tho yang membuat Meri senyum2 sendiri akhir2 ini..
    Selamat ya jeng…

     
  5. zahra

    December 27, 2008 at 5:04 am

    Yaampyun, I’ve just read this writing. What a great chance! Congratulation anyway. Don’t forget to share your story there.

    We’re gonna miss ya…

     
  6. chandraprasetyo

    December 27, 2008 at 7:36 am

    Subhanallah..

    IELSP is one of the great scholarship that I have ever seen. Congratulation, You get outstanding achievement guys…

    ~sebenenernya pengen banget dapet nih scholarship. Hehe, masing-masing ada rezekinya lah dari Yang Maha Adil..

     
  7. kamal

    December 29, 2008 at 4:33 am

    subhanallah… selamet ya mer…🙂

    jadi pengin ke luar negeri juga nih :p

    kmarin sebenarnya ane ikutan juga tuh… all dokumen udah diurus, tinggal submit. Tapi ada something yg menghentikan ane… jadi nyes… (enggak deng :p )

    tapi ya sudahlah, each one of us has its own road, right?🙂

    ati2 di amerika sono uni… Kakak ane (yg juga berjilbab) waktu mo ksana dipersulit ngurus dokumennya. Semangat aja dah…

     
  8. Meri

    December 29, 2008 at 7:27 am

    @Franova: sip, tengs, Smile
    iya, insya Allah nanti terus diapdet blognya.

    @Havban, Suharjono: makasih.

    @Tiara: waduh, ke-gap. jadi malu.
    thanks ya, Ti. kayanya kamu yg ketiga deh diangkatan😛

    @Zahra, Chandra: hehe… kukel jangan2 menuhin notifikasi fesbuk di email dunk…

    @Kamal: he-eh baca plurknya, sepertinya memang berencana ikut ielsp waktu itu.
    So, waktu itu ga jadi di submit dokumennya?

    Yah, insya Allah akan diganti sama yang lebih baik.
    Itu salah satu hikmah terbesar dari beasiswa ini yang saya rasakan.

     
  9. pande00

    December 29, 2008 at 3:27 pm

    Alhamdulillah, akhirnya impian ku dulu ada yang meneruskan hehe. Batch yang kemarin sempat daftar, tapi ndak lulus di wawancara. Selamat berjuang ya Mer🙂 – dari teman sekelompok BSE

     
  10. hening

    December 30, 2008 at 2:45 am

    wow.. congrats mer! so happy for u..
    alhamdulillah.. senangnya punya temen2 akhwat yg keren2😀
    ntar bagi2 ceritanya ya…

     
  11. mahen

    December 30, 2008 at 3:53 am

    Congratulations, Meri!
    Nice to hear your achievement. Keep going, Bu.
    Never stoppping until this check point.
    There are still so many next barrier to be defeated.

    InnaAllah ma’ana

     
  12. nulad

    December 30, 2008 at 4:48 am

    alhamdulillah, jadi ini yang ditulis kemarin itu ya….
    Selamat ya mer! Mantap kali dah ibu satu ini!

     
  13. toni dermawan

    December 30, 2008 at 9:16 am

    waah Alhamdulillah, selamat ya meri… Padahal gw pikir elo ga bakal telat ternyata pas dipanggil pas datang,,,memang kalau rezeki ga kemana ya mer,,,

     
  14. h suhartanto

    December 31, 2008 at 4:36 am

    aslm wr.wb.

    maaf, gak sengaja mampir ke blog anda,

    Alhamdulillah, semoga berkah Allah atas karunia ini, semoga persiapan, dan aktifitas di sana berjalan lancar. Selalu di atas jalanNya, dapat manfaat dan ridhaNya. Serta kembali dengan selamat di Indonesia.

    wslm wr.wb.

     
  15. adit_haha

    December 31, 2008 at 6:12 am

    Waaww…..

    Selamat yah

     
  16. Meri

    December 31, 2008 at 10:20 am

    @Pandeo: Sip, sekarang kita berjuang di BSE dulu ampe Februari🙂

    @Hening: insya Allah akan terus cerita di blog ini, masih lama juga tapinya…

    @Mahen: Sip, Thanks Da. Wah, senangnya blog ini dikunjungi..

    @Nulad: tengkyu Nul,

    @Toni: hehe… iya,
    …………….
    kutahu rezeki tidak akan diambil orang,
    karenanya hatiku tenang
    ………………
    ~ by Hasan Al Bashri

    @Pak Heru: Wa’laykumussalam wrwb
    Wah, Pak. Terima kasih banyak sudah mau berkunjung dan komen di blog saya.😀
    makasih buat doa dan nasehatnya, Pak.
    Insya Allah.

    @adit_hah: makasih, selamat juga udah wisuda🙂

    Buat semuanya, waduh saya jadi malu. Beneran. Biasa aja kog. Itu karena alhamdulillah dikasih interviewer yang baik dan kemudahan2 lainnya.
    Kalo ga, hmm ga tau deh.
    However, makasih banyak, ya.🙂

     
  17. Maya

    January 8, 2009 at 4:46 am

    Waah, ka meriii, selamat yah!
    Smg proses kesananya dimudahkan seperti proses sebelumnya karena memang perjuangan muslimah ke Amerika cukup berat lho kak..

    ~he, pas komen ka meri lewat!🙂

     
  18. kelok44

    January 15, 2009 at 11:30 am

    selamat ya meri..:)
    semoga ilmunya bermanfaat

     
  19. kelok44

    January 15, 2009 at 11:31 am

    selamat ya meri..
    semoga ilmunya bermanfaat

     
  20. Meri

    January 28, 2009 at 8:18 am

    @Maya: awalnya juga pikir begitu. Namun setelah liat video di youtube tentang pengalaman disana. katanya tidak ada diskriminasi. Tingkat toleransi orang sana cukup tinggi. Mudah2an begitu. Thanks, Mayce. semoga amanah dengan amanahnya😛

    @kelok44: salam kenal.🙂

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: