RSS

Cara Menggandakan Kekayaan

22 Sep

Kata siapa sedekah bikin miskin?

Kata Setan, of course, seperti termaktub di dalam kitab sudi Al Qur’an, surat Al Baqarah 268:

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karuniaNya kepadamu. Dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui”.

Nyatanya ga tuh. Kan jelas bahwa :

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui” (Al Baqarah 261)

700 kali lipat!!!

1.000*700 = 700.000

1.000.000 * 700 = 700.000.000.

Apresiasi untuk NHI (Nasehat Hari Ini) FUKI yang bercerita tentang Abdurrahman Bin Auf, salah seorang dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga. Beliau ibarat Raja Midas. Saking kayanya, kontradiksi banget sama orang susah banget nyari duit, sedangkan dia seolah-olah angkat batu aja, nemu emas. Ckckck….. itu karena dia punya hobi yang mendatangkan uang. Ya itu… sedekah. Hhhh…. Sungguh beruntung orang yang djaga dari sifat kikir.

Secara harta hanya titipan, bisa diambil setiap saat, Mukesh and Anil Ambani pun bisa jatuh bangkrut setiap saat (ampun, bukannya doain). Hanya orang-orang beruntung yang dipercaya olehNya, untuk menjadi penyalur rezeki orang lain. Ada banyak salurannya, kaya kotak amal di musolla, kotak amal Palestine, Badan Amil Zakat Infak Sedekah (AZIS), nyumbang buku buat perpus mosholla, nyumbang mukena ato sandal jepit buat wudhu. Ya, setidaknya satu sisi kita ada yang melindungi kalo malaikat penyiksa mendekat di alam kubur. Hii…

Postingan kali ini ga akan panjang2, cuma mo ngulang kalo sedekah ga akan bikin miskin. Sebaliknya, malah mungkin kamu akan takut sendiri megang uang sedemikian banyak yang datengnya ga disangka2 dari arah mana aja (oh, benarkah ini uangku?).

 
7 Comments

Posted by on September 22, 2008 in Islam

 

7 responses to “Cara Menggandakan Kekayaan

  1. iLm@N

    September 23, 2008 at 2:47 am

    *jadi inget kalo saya jaraang banget sedekah, astaghfirullah..*

    tapi bukan karena takut miskin, atau nggak punya duit, atau apa..

    jawabannya adalah karena
    (1) sering lupa.. makanya makasih banget udah ngingetin mer,
    (2) terkadang bingung dan dilema harus nyalurin ke siapa: kalo ke pengemis dan anak jalanan pinggir jalan, kan banyak dari mereka adalah sindikat.. dan mereka dijamin ga bakal berhenti jadi pengemis, karena penghasilannya gede loh. kalo ke lembaga2 penyalur zakat dsb, kadang2 agak terasa ribet aja, harus lewat bank dsb..

    ada ide nggak mer, konkretnya gimana?

     
  2. Meri

    September 23, 2008 at 3:56 am

    he-eh… buat pengemis dan pengamen, saya mikir2 lebih dari dua kali kalo mo ngasih.. abis masih muda2 banget, dan anak2 kecil itu dari kecil diset paradigma tentang ngemis. Memberi pengemis dan pengamen kurang mendidik menurut saya. Lagipula kemungkinan besar, disetor ke bosnya.

    walo, ya kadang kasian juga siy, Man.

    namun, ada saluran konkretnya:
    1. kotak amal Palestine di deket musholla Al khawarizmi, ayo kita capai satu milyar buat Palestine
    2. buat FUKI (dan LDF lainnnya), secara FUKI berjuang menegakkan dakwah Islam, insya Allah sama aja kita meminjamkan pinjaman yang baik kepada Allah SWT.
    3. ke AZIS, ada program beasiswa cendekia (secara pernah denger, membiayai para penuntut ilmu lebih besar keutamaannya daripada fakir miskin), ada program buat karyawan UI yg kurang mampu. di Fasilkom bisa nyalurin ke Vit 2007, anggota AZIS.
    4. nyumbang buku, mukena, sendal buat musholla atau mesjid.
    5. ngingetin keluarga buat bayar zakat.

    sekarang baru kepikiran itu,,
    ada usul yg lain? mumpung bulan Ramadhan lagi pemurah2nya, mudah2an efektif latian pemurahnya buat 11 bulan lainnya.🙂

     
  3. agungfirmansyah

    September 23, 2008 at 2:58 pm

    Ke PPSDMS.

    PPSDMS ga masuk kategori fakir miskin, tapi ke bagian fisabilillah (insya Allah).

     
  4. yanssukmapratama

    September 23, 2008 at 3:06 pm

    ada guru yang pernah mengajak jamaahnya,
    untuk terus bersedekah secara konsisten, setiap hari, walau seratus rupiah saja. harta tidak akan berkurang karena sedekah. Allah suka amal yang konsisten, terus menerus. Let’s we start it.

    @meri:
    beasiswa al-khawarizmi juga bisa. suatu saat nanti. insyaAllah balasannya ngalir terus.

    @agung:
    setuju gung. konsepnya ke jihad fisabilillah. jadi pingin bikin ppsdms-ppsdms yang lain. atau seperti universitas al-azhar di kairo sana. tersebar di seluruh negeri.

     
  5. Meri

    September 26, 2008 at 8:33 am

    ya PPSDMS juga bisa, walo ga ada buat akhwatnya😦

    he-eh, beasiswa alkhawarizmi tentu saja..
    terima kasih Gung, Yans

     
  6. agungfirmansyah

    September 26, 2008 at 3:06 pm

    Saya yg harusnya ngucapin terimakasih.
    Dah diingetin kaya gini😀 .

    PPSDMS akhwat??? Hehe, sedang tidak dalam prioritas utama. Alasannya lebih ke arah dana. Ngurusin Mba’2, Teteh2, Uni2, Neng2, dan temen2 PKK nya lebih MAHAL dari pada ngurusin Mas2, Aa’2, Abang2, Uda2, dan temen2 maen bolanya.
    ================
    Mer, kalo sempet, kamu ngomong ke Sidik or Sagi. Biar blog mu masuk agregator lagi.

    Kasian Kuncung, susah akses nasihat2 bagus kaya gini😦 . Mungkin klo yang angkat bicara “korban”nya langsung, tanggapannya bakal lebih cepet.

     
  7. rin

    October 27, 2008 at 6:06 am

    nice article🙂

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: