RSS

“Ga pake plastik, Mas”

25 Jun

Seperti yang pernah kita bahas di SMA bahwa plastik butuh 200-400 tahun supaya terurai. Ortu, pas kita baru lahir, syukuran dengan kubur sampah plastik di tanah, trus misalkan kita punya anak umur 25, punya cucu umur 50, looping deh tiap 25 tahun, sampah plastik itu baru terurai setelah delapan generasi. Fiuhh….lama juga.

Alah…. Bakar sajalah, gitu aja kog repot. 👿

Eh…eh.. jangan sembarangan bakar. Hasil pembakaran plastik ini menghasilkan zat-zat beracun yang masuk ke udara yang kita hirup dan bisa menimbulkan akibat serius pada kesehatan seperti melemahnya kekebalan tubuh dan kanker paru-paru. Hah, ironis sekali bertahan hidup dengan membakar sampah hanya untuk mati karena kanker paru-paru.

Kalo kita lewat FHUI ada banyak banget tong sampah sesuai dengan jenis sampahnya dengan kata2 seperti: “don’t pretend like you don’t see me”. Two thumbs up buat FH.🙂

Meneladani Jepang yang memilah sampah sesuai dengan jenisnya: sampah basah dan sampah kering, mulai dari setiap rumah warga. Sampah yang telah dipilah ini, akan diolah sesuai jenisnya. Gerakan ini dikuatkan Undang-undang dan ditunjang dengan pencerdasan masyarakat kenapa pemilahan sampah penting.

Dari sana, kertas bekas sobekan karcis, koran bekas, bekas pembungkus komputer dll, bisa diolah jadi pulp untuk dibuat jadi tisu toilet, kertas pembungkus lagi atau kertas daur ulang yg cantik itu. Plastik dijadikan serpihan plastik daur ulang untuk kemudian diolah jadi barang plastik generasi baru. Jadi, ga ada cerita dikubur atau dibakar.

Itu kan di Jepang? Disini kan belum ada…

Kita kan mahasiswa, siapa lagi yang akan melakukan pencerdasan kalo bukan kita? Mulai dari mengurangi konsumsi plastik seperti kalau jajan sebisa mungkin ga usah pake plastik, bawa tas kain dan cara-cara yang lebih kreatif.

Kalau kita bisa mengurangi konsumsi 1 plastik setiap hari, ada 365 plastik yang dihemat setiap tahun. Itu baru 1 orang, kalo 100, 10.000, 1000.000 ? Apalagi diperkirakan tahun 2012, (4 tahun lagi), jumlah penduduk dunia tembus 7 miliar jiwa. 7 miliar plastik yang terbuang tiap hari atau 7 miliar plastik yg dihemat tiap hari?

So saat belanja jangan pernah ragu bilang, “ga pake plastik, Mas”.

NB :

Selamat buat Mba Farania Gama Fasilkom UI 2003🙂

Semoga jadi keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah..🙂

 
16 Comments

Posted by on June 25, 2008 in fenomena, lingkungan

 

16 responses to ““Ga pake plastik, Mas”

  1. suharjono

    June 25, 2008 at 10:44 am

    walaupun dipisah seperti di FH, tapi kl pada saat pengumpulan jadi sampah tetep jadi satu sama aja.

    Jadi, masalah ini juga harus ada keberanian untuk merubah dari level atas selain melalui penyadaran pada level bawah juga…

    [pertamax nih]🙂

    NB:
    Kalo yang jualan orang Padang gimana?
    “Nggak pake plastik, Da”😛

     
  2. irvan

    June 26, 2008 at 12:59 am

    FH?

    sampah rokok (puntung+bungkus) bertebaran gitu di tempat makan deket ruang audio visualnya….

    Gw ga tau gimana keadaannya kalo lagi jam makan siang…asapnya kayak apa…

    (Maaf ya FH, kebetulan gw sering lewat aja, mungkin fakultas lain ada yang lebih parah tapi gw ga tau)..

     
  3. zahra

    June 26, 2008 at 2:32 am

    wah, bagus buat bahan tausyiah nanti nih🙂 lol

     
  4. Meri

    June 26, 2008 at 3:24 am

    @suharjono : iya, itu masalahnya, kalo di Jepang, setelah di tingkat rumah, sampah itu tetap terpisah dan diolah sesuai jenisnya..

     
  5. Meri

    June 26, 2008 at 3:54 am

    @irvan : sabar, Van.🙂

     
  6. Meri

    June 26, 2008 at 3:55 am

    @zahra: hehe… pengmas banget..
    aku link ya…

     
  7. zahra

    June 26, 2008 at 4:18 am

    Uni🙂 blognya dihiatuskan biar tenang dulu. Aku pengen tenang, pengen gak ada deni, pengen gak ada temen-temennya deni yang bisa ngomong apa aja, buat apa aja. Tausyiahnya beneran ini yah, hahaha.

     
  8. agungfirmansyah

    June 26, 2008 at 6:20 am

    yang biasanya makan di warung minta dibungkus siapa ya…?

     
  9. Meri

    June 27, 2008 at 7:47 am

    @zahra:🙂

    @agung: siapa?😕

     
  10. master hendra

    June 27, 2008 at 2:49 pm

    setuju sama judul postingannya : “Gak pake plastik mas”. apalagi pas beli gorengan, tau kan kalo beberapa penjual gorengan itu jadiin plastik sebagai bahan gorengan (liat dari berita di TV looh bukan hoax..) hehe..🙂

    Kalo soal masalah plastik yang paling bermanfaat menurut gw sih daur ulang. Cuma pabrik daur ulang di Indonesia kayaknya kurang digalakkan ya.

    @ Zahra : “dihiatuskan” itu apa sih Ra?

     
  11. suharjono

    June 28, 2008 at 12:26 pm

    ngomong2 soal gorengan, denger2 kabar temen alumni ipb, sekarang ada minyak goreng dari oli bekas, entah dioleh gimana, hasilnya minyaknya kuning seperti minyak goreng. Dan target pasarnya itu para penjual gorengan di pinggir jalan itu.. Jadi berhati2lah. Karena murah. Pengalaman pribadi, saya pernah beli gorengan di pinggir jalan, trus tenggorokan langsung terasa kayak panas dalam gitu.

    Dan kabar lagi dari Bogor. Pabrik pengolahan plastik2 bekas botol itu udah ada dan dikelola masyarakat. dan hasilnya diekspor ke korea buat dijadiin benang. Tapi cukup dilematis, justru bahan baku plastiknya itu yang mahal. Per kilo itu bisa sampe 8 ribu sampe 10 rb. sedangkan sekali produksi minimal harus 1 ton.

    ~Ternyata mafia botol2 bekas ada juga lho..

     
  12. Meri

    July 11, 2008 at 5:32 am

    @master hendra: maksud dan tujuannya apa ? jadiin plastik sebagai bahan gorengan. lebih murahkah?

    perlukah UU yang lebih ketat mengatur tentang penggunaan minyak goreng yang bercampur pemutih atau oli, atau gorengan yang membahayakan itu?

    ah, trade off sama kepentingan pedagang kecil…

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: