RSS

Pelecehan visual

16 Jun

Apa yang kamu lakukan bila bertemu cermin? Langsung ngacakah? Coba tempelkan jari ke cermin itu, apakah jari itu langsung bertemu dengan bayangannya atau ada rongga di antara mereka?

Bila ada rongga di antara jari dan bayangannya, maka cermin itu insya Alloh merupakan cermin satu arah, sedangkan bila jari langsung bertemu dengan bayangannya, maka bisa jadi cermin itu adalah cermin dua arah.

Informasi ini didapatkan melalui milis. Bisa jadi ini hanya hoax belaka, seperti kecurigaan terhadap sebagian berita forward di milis. Sampai jumat lalu, naik lift dengan cermin di dalamnya. Iseng nempel kuku jempol ke cermin itu dan kaget melihat kuku itu langsung bertemu dengan bayangannya. Untuk pertama kalinya, akhirnya ada juga cermin model lain yg selama ini baru didengar saja keberadaannya. Yg sempat disangka hoax belaka. Dicoba lagi, benar, kuku itu langsung menempel dengan bayangannya.

Ilmu saya belum sampai sana untuk memfatwakan bahwa cermin di lift itu adalah cermin dua arah. Namun, tak bisa dipungkiri (setidaknya) ada dua jenis cermin di dunia, ada perbedaan di antara mereka. Perbedaan antara cermin di lift itu dengan cermin biasa yg dipajang di kamar yang jelas-jelas bukan cermin dua arah.

Jadi, akhirnya sampai juga maksud dari postingan ini, agar kita (khususnya para wanita) berhati-hati terhadap tipudaya menggunakan cermin dua arah. Kenyataan cermin dua arah ada, seperti cermin di ruang pemeriksaan kantor polisi (yg ini cuma baca). Bila di kamar kecil atau ruang ganti ada cermin, tidak ada salahnya bila diperiksa dulu, cukup dengan menempelkan kuku ke cermin itu dan lihat keberadaan rongga di antara kuku dan bayangannya. Supaya tidak terjadi apa yang kita sebut dengan (maaf) pelecehan visual.

Ingat dengan kasus video porno yang melibatkan Femi Permatasari, Rachel Maryam dll? Mereka ikut casting di suatu studio foto dan disuruh berganti pakaian. Beberapa waktu kemudian rekaman kejadian di ruang ganti itu sudah beredar di pasaran. Mengutip perkataan Femi / Rachel waktu itu “saya tidak tahu ada kamera di belakang cermin di ruang ganti”.

Bisa jadi apa yg diungkapkan di postingan ini salah atau kurang akurat, namun, mudah2an maksudnya tersampaikan, agar kita berhati2 terhadap cermin, karena “sesuatu yg terjadi dalam beberapa hari, kadang-kadang dalam sehari, bisa mengubah keseluruhan jalan hidup seseorang.” (Khaled Hosseini dalam The Kite Runner)

Btw, penasaran bagaimana cara mengetahui apakah ada kamera video tersembunyi. Ada yg tahu?

~ edited

baca2 lagi, artikel tentang ini. ternyata ini ada penjelasan begini

“untuk membahasnya kita perlu mengetahui perbedaan kaca dan cermin.
kaca itu misalnya kaca depan mobil, kaca jendela, kaca pembesar, dll. sedang cermin misalnya spion, cermin rias, dan sendok. jika kita melihat ke kaca maka sosok dibelakan kaca tadi akan terlihat.
yang harus dipahami adalah bawa cermin umumnya merupakan kaca yang bagian belakangnya dilapis lapisan perak tipis sehingga dapat memantulkan bayangan orang dibelakangnya. karena lapisan perak tadi berada dibelakang kaca maka jika ujung jari kita tempelkan pada cermin tersebut akan menyebabkan ada jarak antara bayangan di cermin dan ujung jari kita. jarak antara bayangan dan ujung jari setebal ukuran kaca yang dipakai.
pada kaca atau cermin satu arah, umumnya tidak digunakan pelapis perak tadi tapi menggunakan lapisan kaca film. umumnya kaca film ditempel di depan kaca, meski ada juga yang dibelakang kaca. akibat ditempel di depan kaca, maka jika ujung jari kita tempelkan pada cermin tersebut akan menyebabkan TIDAK ADA JARAK antara bayangan di cermin dan ujung jari kita. karena ujung jari kita langsung menempel di lapisan kaca film tadi. kaca film tadi jika dilihat dari satu sisi maka akan transparan sehingga dari dalam bisa melihat orang yang sedang bercermin. untuk memahaminya silakan liat saja di mobil yang dilapisi kaca film sampai 80%.
masalahnya jika bayangan kita dengan ujung jari ada jaraknya trus apakah kita sudah yakin bahwa itu merupakan cermin beneran dan bukan cermin satu arah??
ada beberapa kemungkinan terjadi, salah satunya telah kita sebut bahwa kaca film telah ada yg ditempel pada sisi yg memntulkan bayangan, dan jika ada bagian kaca yang retak, bisa jadi hal itu telah diganti dengan cermin satu arah.
moga berguna.. salah satu cermin satu arah mungkin bisa dilihat di counter jeans LEA di Matahari Semarang. Salah satu kamar pas nya terdapat cermin satu arah.”

di sini

jadi gimana dunk cara ngecek nya?

😕

 
12 Comments

Posted by on June 16, 2008 in fenomena

 

12 responses to “Pelecehan visual

  1. iseng

    June 16, 2008 at 9:41 am

    wow keren…

    “Btw, penasaran bagaimana cara mengetahui apakah ada kamera video tersembunyi. Ada yg tahu?”

    hmm… bagaimana caranya ya???

    mungkin salah satu caranya ialah menanam rasa malu disetiap tempat baik dikamar mandi maupun dilungkungan sosial(memakai pakaian yang menutup aurat bagi wanita), seperti cerita “ayat ayat cinta”

    btw,maaf gak permisi dulu…
    NO AHMADIYYAH !!!

     
  2. Meri

    June 16, 2008 at 10:30 am

    @iseng : ini siapa ya?

    jujur aja, lebih respek sama orang yg komen ngasih identitas jelas.

     
  3. iseng

    June 16, 2008 at 10:42 am

    “@iseng : ini siapa ya?

    jujur aja, lebih respek sama orang yg komen ngasih identitas jelas.”

    ya terserah… mau direspon atau tidak hal itu tak penting, bagiku saya membaca dan memberi nilai positif untuk tulisanmu. Toh disini saya bermaksud baik memberikan komentar…

     
  4. agungfirmansyah

    June 19, 2008 at 1:59 am

    Nempelin jari (lebih baik kalau benda yang ditempel itu lancip, karena akan lebih terlihat jelas) itu metode yang bagus.

    Saya pernah nyoba…, dirumah Nulad. Kamar Nulad kan kacanya dua arah. Orang luar bakal ngeliatnya kaya cermin, tapi kalau dari dalam, kaca itu tembus pandang.

     
  5. utchanovsky

    June 19, 2008 at 5:01 am

    Jadi gimana dong😦

     
  6. Meri

    June 24, 2008 at 6:05 am

    @agung : jadi, bener teknik nempel jari, Gung? bener2 bisa bedain cermin satu arah dan dua?
    wah, kalo iya, lebih aman dunk🙂

    @utchanovsky : gimana, ya?🙂

     
  7. agungfirmansyah

    June 25, 2008 at 9:07 am

    @Meri,
    Sejauh ini, saya yakin itu bener. Uji coba-nya ya di rumah Nulad itu.

     
  8. nulad

    July 15, 2008 at 4:44 am

    nama saya disebut-sebut nih…

    dari percobaan di rumah saya, cara nempelin jari itu ada kelemahannya. Kalau kita nempelin tangan kita di bagian kaca yang tempat nempelin filmnya, jari kita emang bakalan langsung nempel tanpa ada spasi . Tapi kalau kita tempel tangan kita di bagian sebaliknya, efeknya bakalan mirip seperti di cermin biasa. Kalau menurut saya, cara yang lebih baik (namun lebih repot) adalah dengan membuat ruangan dimana kaca itu berada menjadi segelap mungkin, karena kaca dengan lapisan film tsb akan menjadi cermin satu arah di bagian yang lebih terang, dan sebaliknya. Gitu sepertinya….

     
  9. Meri

    July 15, 2008 at 8:30 am

    @nulad: hmm… pencerahan langsung dari narasumber. ok, thank you.

    this post and discussion still bring us nowhere to recognize two-way mirror.
    sorry, guys.

    ~ affected by other post.

     
  10. setta

    October 25, 2008 at 12:42 am

    Salam, mbak …

    mampir mo copy tuh gambar cermin buat ilustrasi di blog saya, di sini: http://setta81.multiply.com/
    kali aza tuh cermin punya mbak Meri … ^_^

    Danke schoen …

     
  11. yoe

    April 24, 2009 at 3:31 am

    ga sengaja waktu nge-googling eeeh, nyampe di sini… fufufu… salam alumni eheheheh… liat banner anakUI..saya juga masang di blog saya.. eheh.. salam…

     
  12. chodirin

    April 29, 2009 at 11:48 pm

    cermin 2 arah banyak kok dipake di kantor2 atau rumah2.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: