RSS

Pengikat Hati

16 Apr

pernah khilaf? khilaf yg menebas seseorang tepat di hatinya. walaupun udah minta maaf, tapi hubungan kita tidak pernah seperti dulu lagi?
merasa ada yg mengganjal karena dia memaafkan tapi tidak melupakan. saat senyumnya hanyalah senyum prasyarat, bukan senyum sayang seperti dulu lagi.

nah, itulah saat yg tepat untuk memberi hadiah. saat kata2 ga mampu mengungkapkan penyesalan, saat maaf ga mampu mengembalikan kita ke tempat kita sebelumnya berada di hatinya. sebuah kado mungil cantik / ganteng insya Allah dapat meluluhkan hatinya. dan senyum itu hadir lagi.

Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tahaadu Tahaabbu”. saling memberi hadiahlah kamu maka kamu akan saling menyayangi.

gimana perasaaan kita kalo di kasih hadiah? seneng kan? walo cuma sebungkus Beng-Beng. Hadiah walo kecil adalah pengikat hati.

pengen baikan sama orang, tapi gengsi minta maaf ? kasih hadiah aja, trust me, it works.πŸ™‚

 
13 Comments

Posted by on April 16, 2008 in renungan

 

13 responses to “Pengikat Hati

  1. agungfirmansyah

    April 16, 2008 at 10:25 am

    Wah…,
    Mantabs…
    tulisan ente bagus-bagus. Pendek2 lagi.
    Jadi enak bacanya.πŸ˜€

     
  2. yud1

    April 16, 2008 at 8:14 pm

    […] walaupun udah minta maaf, tapi hubungan kita tidak pernah seperti dulu lagi?
    merasa ada yg mengganjal karena dia memaafkan tapi tidak melupakan. saat senyumnya hanyalah senyum prasyarat, bukan senyum sayang seperti dulu lagi.

    mungkin… tapi kadang ada juga hal-hal yang memang nggak bisa kembali seperti dulu, mau diapain juga. nggak selalu begitu juga sih, jadi mungkin ini tergantung keadaan juga.

    tapi dalam banyak kesempatan, kata ‘maaf’ dan satu hadiah bisa jadi jauh lebih dari cukup. bagaimana perasaan itu bisa tersampaikan, bukankah itu yang penting?

    manusia tidak selalu butuh kata-kata untuk bisa mengerti, tapi ada juga hal-hal yang hanya bisa dimengerti dengan kata-kata. kadang, hal ini yang banyak dilupakan oleh orang-orang…

    ~I wonder though
    ~if this applies to the other side

     
  3. Meri

    April 17, 2008 at 3:09 am

    @ Agung : wah, tulisan saya masih ngasal banget, Pak. masih suka-suka…

    @ Yud1: ya, ada hal2 yg memang ga bisa kembali seperti dulu. waktu berjalan, kesalahan terjadi, waktu ga pernah sedikitpun sudi menoleh ke belakang.

    ya, sometime we need words, sesuatu yg bisa dipegang sebagai janji, akhir dari ketidakpastian.
    why don’t we just say it…

     
  4. Berli

    April 17, 2008 at 12:47 pm

    Bagus sekali tulisannya, memang yang terpenting bukan masalah seberapa besar hadiahnya tapi usaha dan niat kita untuk menambal lubang di hati akibat paku “kesalahan” itu.

    anyway, saya juga menulis tulisan dengan tema serupa. Silahkan dibaca-baca kalo sempat Bu…

     
  5. kamal87

    April 18, 2008 at 8:34 am

    sip, bikin terus mer tulisan kek giniπŸ™‚

     
  6. Meri

    April 18, 2008 at 12:29 pm

    @ berli: saya mampir….

    @ kamal : ok, insya Alloh

     
  7. master hendra

    April 19, 2008 at 7:10 am

    “sebuah kado mungil cantik / ganteng” apaan nih?? ngasih kadonya anak kecil??πŸ˜€

    Kalo ada orang yang memaafkan tapi tidak melupakan sih mirip gw banget (yang menurut gw sifat jelek yang gw punya) … tapi kadang itu jadi pertimbangan gw untuk mencegah hal itu terjadi lagi, orang bijak itu (bukan gw pastinya) bisa mengambil hikmah dari setiap pengalaman.

    Kalo masalah kado gw setuju banget.. sesederhana apapun asal kita berikan dengan tulus dan senyum ramah pasti lebih berarti dari kado mahal yang diberikan dengan terpaksa.

     
  8. Pisceldo

    April 19, 2008 at 7:58 am

    pengen baikan sama orang, tapi gengsi minta maaf ? kasih hadiah aja, trust me, it works.

    ||
    ||
    \/
    Hmm…tergantunga hadiahnya juga, klo ga begitu kenal orangnya hati2…
    Bisa-bisa hadiah yang kita kasih nyinggung perasaan dia…

    ~pernahMengalamiHalItu…

     
  9. yuan

    April 20, 2008 at 5:25 am

    Kalo gitu saya juga mau ngasih hadiah ah..πŸ™‚

     
  10. Meri

    April 21, 2008 at 3:39 am

    @ master hendra : hmm… guru SMA saya pernah bilang : ingat kebaikan orang padamu, ingat kesalahan kamu pada orang lain dan lupakan dua hal lainnya..

    btw, komennya kocak2, keep komen bungπŸ˜›

    @ Pisceldo : yah.. bisa juga. thanks masukanya.
    btw, UAT nya boleh diundur ga?

    @yuan : asik2….
    ~ ngarep..πŸ˜›

     
  11. Pisceldo

    April 21, 2008 at 12:01 pm

    Hmm…UAT boleh d undur asal tetep sebelum deadline-nya bu ika pastinya…πŸ™‚

    halah…koq jadi ngomongin UAT di blog…

     
  12. Bang Ganteng

    April 29, 2008 at 5:11 am

    hmmm, dahsyat nih mer!!!

     
  13. Meri

    June 24, 2008 at 3:44 am

    @ Kemal : update dunk….
    busy waiting nungguin ada yg baru di blog kemal.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: