RSS

my gentleman, where are you?

18 Mar

sering kita liat di bus maupun kereta, seorang nenek, kakek, ato ibu2 hamil ato ibu2 yg bawa anak banyak, ato wanita biasa. juga pria2 muda, bapak2 dll. apa yg aneh? yg aneh adalah benar bahwa jumlah pria lebih sedikit dari wanita, namun dari yg sedikit itu, lebih sedikit lagi yg “jantan”.

prihatin sekali melihat nenek2, kakek2 ato ibu2 hamil itu keringetan berdesak2n berdiri diantara penumpang, sementara para pria muda yg gagah perkasa itu duduk dengan bahagianya di dekat jendela. apa yg ada di pikiran para pria muda itu?

mungkinkah..
“korupsi gotong royong di BLBI…”
“Dewi persik cerai sama Syaiful Jamil….”
” . .@#$%#@……”

i am wondering, pernahkah terpikir oleh para pria muda gagah itu, tentang kelelahan si nenek ato ibu hamil itu berdiri berdesak2an? ato kekhawatiran  para wanita akan segelintir pria yg merusak kehormatan lelaki dengan mengambil kesempatan dalam kesempitan, mencoba melecehkan kami dengan tangan mereka atau mendesak2an tubuh mereka ke arah kami?

wanita muda, mungkin masih kuat berdiri, tapi manusia sepuh? gentleman, where are you?

wanita muda, mungkin tidak masalah dengan berdiri, asalkan tidak ada pria2 yg mencoba melecehkan mereka dengan condong berlebihan saat bus ngerem.

have they ever think about it?

“loh… katanya emansipasi wanita. kartini mati sia2 donk?”
saya hanya bisa menghela nafas mendengarnya, sambil menggumamkan bahwa manusia adalah makhluk yg paling banyak membantah.

Bukan dari tulang ubun ia dicipta
Sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja
Tak juga dari tulang kaki
Karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak
Tetapi dari rusuk kiri
Dekat ke hati untuk dicintai
Dekat ke tangan untuk dilindungi

gentleman, where are you?

 
16 Comments

Posted by on March 18, 2008 in fenomena

 

16 responses to “my gentleman, where are you?

  1. irvan

    March 18, 2008 at 12:16 pm

    nice post…

    emang banyak orang ga peka…

    jangankan ngasih duduk buat orang yang lebih butuh….banyak juga dari mereka yang ngerokok, seenaknya bas-bus-bas-bus nyebar racun….

    sumpah….pengen gw lempar keluar kereta tuh orang kayak gitu….

    btw, puisi yang akhir2 bikinanlo? keren tuh….

     
  2. hari

    March 18, 2008 at 12:20 pm

    kalo yg ini ada lagunya nih…

    “tidak semua laki2…”
    (jempol goyang2)
    hohoho..
    (:p)

     
  3. yud1

    March 18, 2008 at 1:54 pm

    nggak semua begitu, kok. tapi memang ada constraint-nya sih.

    (1) dua jenis orang yang layak diberi tempat duduk: lansia (60+ tahun) atau ibu hamil.

    (2) kalau masih ada tempat duduk kosong, nggak usah… silakan pakai yang masih kosong dulu.:mrgreen:

    (3) kalau tempat duduk memungkinkan untuk berdiri dan ngasih jalan, gak masalah. kalau nggak (baca: duduk di sisi dalam bus, penuh banget dan malah bikin repot kalau berdiri), maaf-maaf. membantu satu orang dengan mengorbankan tiga-empat orang tidak selalu menguntungkan…

    kalau wanita muda (walaupun minta kursi), maaf saja. bukan kenapa-kenapa, karena persamaan hak tidak selalu berarti mengorbankan hak yang sudah antri.

    kalau ibu-ibu muda dengan banyak anak, maaf juga. anak-anak sudah cukup pintar kalau sudah bisa diajak menggunakan angkutan umum, dan membawa banyak anak berarti sudah siap nggak dapat tempat. sederhana saja.

    anyway, jangan generalisasi begitu… lagipula memberikan tempat untuk lansia atau ibu hamil juga tanggung jawab wanita muda, lho.:mrgreen:

    ~gentlemen are always there
    ~it’s just girls tend to be really oblivious about that:mrgreen:

     
  4. kamal

    March 18, 2008 at 9:18 pm

    emang itulah realita yg ada. Kepekaan mayoritas rakyat kita sudah menurun. Dan ini ujungnya adalah dekadensi akhlak. Jadi klo mo ngebenerin yg kek bgitu ini, kita mulai dari diri kita sendiri, kita mula dari yang paling kecil (misal: ngisi a2i dgn konsisten, berkesinambungan dan juga ikhlas🙂 )

    ~nulis komen diblog meri tulisannya gde2 amat

     
  5. irvan

    March 19, 2008 at 2:57 am

    @kamal

    biar ga typo kali mal….

     
  6. Aulia

    March 19, 2008 at 3:14 am

    wah kata-kata mal, bisa jadi patokan dasar:
    Berawal dari pribadi demi mewujudkan kebersamaan.
    Just Gentleman!

     
  7. tiaramulia

    March 19, 2008 at 4:48 am

    hehehe… yang komentar cowok semua, merasa terlibat dalam cerita ya?…:-)

     
  8. agungfirmansyah

    March 19, 2008 at 5:36 am

    bener juga pikiran meri.

    tp sy jg mau protes ttg diskriminasi terhadap kaum adam.

    Kenapa yg dibela kok selalu wanita mulu.
    Liat contoh :
    1. Klo di rohis, yg ada cuma dept. Keputrian. G ada keputraan.
    2. Ad menteri pemberdayaan wanita, g ada menteri pemberdayaan pria.
    3. Ada ibukota, ibu jari, ibu pertiwi,dll. Tp versi untuk bapak g ada.
    4. Ada buaya, bupati, bumerang. Tp versi Pak Aya dkk g ada.
    5. Pernah dengar ASI? Tp bakal aneh klo pernah dengar ASB.
    6. dll
    7. No ovens…..
    cuma bercanda…:mrgreen:

     
  9. Meri

    March 19, 2008 at 7:02 am

    @ irvan : menurut saya pribadi, orang merokok dimanapun, apalagi di tempat crowded, itu tetep aja ga peka. ga peka sama kesehatannya sendiri, ngorbanin orang lain juga, ortu yg duitnya dibakar. kasian…
    puisinya,🙂 , bukan bikinan saya, Van. pernah baca di mana gitu, trus tanya mbah Google deh😛

     
  10. Meri

    March 19, 2008 at 7:07 am

    @ hari :😀
    iya tidak semua lelaki, tapi kalo menurut saya, defaultnya gitu, sampai dia membuktikan sebaliknya, bolehkan?

    @yud1: 1 dan 2, ok setuju. tentang ibu2 dengan banyak anak dan wanita muda serta :
    “anyway, jangan generalisasi begitu… lagipula memberikan tempat untuk lansia atau ibu hamil juga tanggung jawab wanita muda, lho :mrgreen:

    ya, bagimu amalanmu, bagiku amalanku.:mrgreen:

    to be obvious, they got to show it. how do we know, if they don’t? salah satu ukuran kualitas seseorang dari apa yg dia lakukan.

     
  11. Meri

    March 19, 2008 at 7:15 am

    @ kamal : iya setuju, Mal. mulai dari yg paling kecil, mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang

    @ aulia: he-eh, mulai dari diri sendiri. wah, jumlah ras gentleman bakal berkembang pesat niy🙂

    @ tiara: hehe… seprtinya begitu, Ti😛

    @ agung : oo.. kenapa ya😛
    ada hubungannya dengan “surga di bawah telapak kaki ibu”

     
  12. Charles

    March 20, 2008 at 3:56 pm

    harusnya, itu kan bagian dari etika… Dahulukan orang lanjut usia (terutama wanita), wanita hamil, orang cacat, dan orang yang membawa bayi… Tapi yah, realitanya masih banyak orang yang tidak peduli kepada mereka. Gimana caranya kita bisa mengubah mereka? Berikan teladan kepada mereka, diawali dari diri kita. Be a gentleman and show them what a gentleman is…😀

     
  13. Berli

    March 21, 2008 at 12:52 pm

    Hmmm…jadi ingat soal ujian Essay PPKN SD, yang kira2 berbunyi :

    “Seandainya kamu sedang berada di dalam sebuah bus kota, dan kebetulan ada seorang ibu2 hamil, seorang kakek tua, dan seorang lagi adalah guru kamu sendiri, ketiganya tidak mendapat tempat duduk sehingga mendorong kamu untuk mempersilahkan salah seorang dari mereka untuk menempati tempat dudukmu. Kepada siapa diantara mereka yang kamu persilahkan duduk??”

    Dan dengan penuh kesadaran saya menjawabnya dengan:
    “Jika saya mengalami hal seperti itu, maka saya akan memberikan tempat duduk saya untuk si ibu2 hamil, namun sebelumnya saya pastikan dulu bahwa guru saya melihat saya yang sedang mempersilahkan ibu2 hamil itu duduk.”

    ~Klo itu disebut gentelman juga ga’ ya’..Hehehe..

     
  14. Bang Ganteng

    March 22, 2008 at 11:07 am

    hmmm, masaq gaq nyadar2 dari dulu klo gw gentleman mer? wok wok wok

    bukan gembelman lho!

     
  15. Meri

    March 24, 2008 at 5:52 am

    @ charles : he-eh, perlu ada mata kuliah etika ato PPKN lagi kah?

    @ berli :😀

    @ bang Ganteng:😐

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: