RSS

Author Archives: Meri

About Meri

Dilahirkan sebagai seorang Muslimah dan insya Allah akan kembali sebagai Muslimah yang lebih baik. Cinta keluarga dan ga pernah berhenti merindukan rumah. Pecinta buku bagus dan makan enak. mengagumi penemu coklat lebih dari Leonardo Da Vinci. Cuma mahasiswi perantauan yang singgah di Depok untuk menuntut ilmu .

Persiapan Perjalanan ke Seoul

Alhamdulillah dikasih sama Allah kesempatan untuk jalan-jalan ke Negeri Ginseng. Kesana dalam rangka presentasi di International Conference on Computing Technology and information management 2012, di Seoul. Ga lama, cuma 5 hari, termasuk 2 hari di jalan, jadi ada 3 hari untuk jalan2 di Seoul, termasuk waktu presentasi. Walaupun disana ada beberapa teman saya yang sedang menempuh studi, tapi ternyata lagi pada peak time, saya ga enak ngerepotin jadi lebih memilih jadi solo traveler. Berhubung sendirian dan ga pernah kesana sebelumnya, saya harus mempelajari banyak hal. Misalnya tempat mana saja yang akan dikunjungi. Dari banyak situs di Internet yang membahas tempat-tempat wisata di Korea, saya sangat terbantu dengan situs tentang Seoul city tour ini. Jadi, tersedia bus untuk mengunjungi tempat2 wisata di Seoul dengan membayar KRW 10.000 untuk sehari. Bus ini akan berhenti di spot tertentu, wisatawan bisa turun atau menuju spot berikutnya. Bus berikutnya akan datang menjemput 30 menit kemudian, sehingga wisatawan punya waktu setengah jam untuk eksplorasi spot wisata tersebut. Juga ada night tour, melihat kota Seoul pada malam hari.

Hal kedua yang saya pelajari adalah cara mencapai berbagai tempat di Seoul, dalam artian cara menggunakan transportasi umum: bus, taxi, subway. Yang paling murah adalah subway, maka itulah yang lebih saya dalami :-D . tutorial how to use subway bisa didapatkan pada link youtube berikut.

Belakangan, ternyata hal paling bermanfaat yang saya pelajari sebelum berangkat adalah cara menggunakan subway. Kenapa harus dipelajari? Subway di Korea terdiri dari 9 lines dengan puluhan station, untuk mencapai station tertentu kita harus tau turun di station mana, dan naik kereta yang mana. Namun, pertama-tama kita harus tau untuk pergi ke suatu tempat, station subway terdekat apa dan dari tempat sekarang berada, apa station terdekat. Lalu kita melihat ke peta subway. Cukup mirip dengan KRL di Indonesia, Cuma lebih banyak line dan proses transfer. Berikut petanya.

Bagusnya subway di Korea, ada banyak papan penunjuk arah, seperti ini:

Sehingga bagi saya yang sama sekali ga bisa baca Hangeul (tulisan Korea), proses transfer jadi gampang banget. Di dalam kereta juga ada 2 jenis peta terpampang di bagian atap dalam kereta, peta semua line subway seperti diatas dan peta hanya station2 pada line yang dilewati kereta itu, misalnya kita naik kereta line 4/warna biru, maka peta jenis kedua ini hanya menampilkan station-station pada line 4. Ini memudahkan kita untuk mentrack posisi kita saat ini. Juga ada fasilitas audio yang mengabarkan station berikutnya dan pintu mana yang dibuka (apakah kiri/kanan).

Hal lainnya yang perlu dipelajari adalah percakapan setempat, umumnya Korean agak terkejut bila setelah saya bertanya sesuatu atau minta tolong sesuatu bilang terima kasih dengan “kamsa hamnida”. Juga menyapa orang dengan “anyeonghaseyo” akan membuat mereka senang. It’s worth to study local language :-D

Yang tidak kalah pentingnya adalah isu makanan. Gimana cara mencari makanan halal di Korea? Nah, situs ini sangat membantu. Zabiha.com memberikan informasi mengenai restoran-restoran halal di seluruh dunia. Di Seoul, kebanyakan restoran halal terdapat di Ittaewon, dimana mesjid satu-satunya di Seoul berada.

Satu lagi hal yang tidak kalah pentingnya untuk bepergian di Seoul adalah beli T-Money, sejenis kartu berisi pulsa untuk membayar tiket subway, bus, dan taxi. Dengan T-money, bepergian lebih gampang dan bisa mendapatkan diskon daripada setiap mau naik subway dan bus harus beli tiket lagi, bisa-bisa ketinggalan kereta terus :-D

Hal lain yang dipelajari adalah cara mencapai hotel dari bandara, berhubung pesawat nyampe jam 10 malam, harus ada alternative moda angkutan. Jadi dari Incheon International Airport bisa pake bus, subway atau taxi. Berhubung taxi mahal, maka pilihannya adalah bus dan subway. Ongkos naik bus ke Myeong Dong adalah KRW 10.000, ongkos subway KRW 3950 tapi harus transfer sekali di Seoul Station ke Line 4. Bawa2 bagasi kynya repot kalo harus transfer, naik turun tangga di station, maka saya pilih bus saja.

Ga ketinggalan cadangan ransum kalau malam2 atau di jalan laper, jadi bawa pop mie dan kue. Tapi teh kotak yang saya bawa ga boleh lewat custom, Karena berupa cairan lebih dari  100 ml, jadi harus dibuang atau diminum semua, kembung deh :-P .

 
2 Comments

Posted by on May 1, 2012 in Uncategorized

 

Mengurus Visa Korea

Visa Korea relatif gampang diurus, dalam artian tidak ada wawancara dan dokumen2nya bisa dianter oleh orang lain. Namun, waktu saya mengurus visa Korea, mengumpulkan dokumennya yang butuh waktu agak lama, terkendala di tiket pesawat. Jadi ceritanya kartu kredit yang saya gunakan ga bisa dipake buat beli tiket online, jadi nunggu kartu kredit baru jadi, eh ternyata lama. Sempat kepikiran mo pake kartu kredit orang lain, tapi Singapore Airlines mengharuskan pemegang kartu kredit ikut pada saat terbang atau verifikasi ke kantor Singapore Airlines dan tanda tangan di depan pegawainya. Ribet aja :-( . So, akhirnya diputuskanlah pake jasa travel, walaupun lebih mahal, untung masih dalam budget yang diijinkan sponsor :-D
Jadi, dokumen yang dibutuhkan untuk aplikasi visa Korea adalah:
1. Paspor yang masih berlaku, copy semua visa yang pernah didapatkan.
2. Invitation letter. Karena saya ke Korea dalam rangka konferensi maka invitation letter bisa diminta ke panitia konferensi.
3. Surat referensi bank yang memuat informasi saldo penanggung biaya,
4. Bukti keuangan pribadi, kalau pergi sendiri berarti print saldo rekening sendiri.
5. Copy surat nikah, kartu keluarga, ktp, akte lahir
6. Surat keterangan kerja bagi pekerja atau surat keterangan sekolah/copy kartu pelajar bagi siswa
7. Slip gaji 6 bulan terakhir.
8. Tiket pesawat
9. Reservasi hotel
10. Foto 4×6 berwarna 2 lembar
11. Isi dan tanda tangan formulir aplikasi visa yang disediakan kedutaan Korea
Lokasi kedutaan Korea ada di Jl. H.M. Thamrin Kav. 28-30, Jakarta Pusat, The Plaza Office Tower lt. 30

Telepon 021 2992 2500

 
Leave a comment

Posted by on May 1, 2012 in Uncategorized

 

Business Intelligence-Data Mining Competition

Tadi ngadain acara cepat tepat di kelas Business Intelligence. Sehari sebelumnya udah ngasih wanti2 agar belajar, mereka kira ada kuis. Jadi, babak pertama, seluruh mahasiswa dibagi jadi empat kelompok besar @ 12-14 orang. Setiap kelompok diberi 5 pertanyaan. Untuk jawaban benar mendapat nilai 100, jawaban salah -50. Setiap kelompok diberi waktu 5 detik untuk berpikir. Hasil akhir dari babak ini, ada dua kelompok yang mendapat skor sempurna 500 sehingga diberi pertanyaan rebutan. Dari pertanyaan rebutan keluar sebagai pemenang adalah kelompok A.

Kelompok A terdiri dari 13 orang dibagi jadi 4 kelompok, masuk ke babak berikutnya, yaitu babak rebutan. Ada 20 pertanyaan multiple choice dan 15 pertanyaan isian. Yang lucu, pas pertnyaan multiple choice, kalau ada kelompok yang salah menjawab, kesempatan akan diberikan pada kelompok lain, saat kelompok kedua salah, tinggal dua pilihan jawaban, kelompok ketiga mencoba jawab salah juga, tinggal satu pilihan dengan satu kelompok yang masih boleh jawab. Seisi kelas kecuali tiga orang anggota kelompok yang maih bisa jawab tersebut, kompak bilang “ga bisa.. ga bisa” sambil melambai2kan tangannya membentuk tanda silang. XD

Hasil akhir kelompok B yang menang. Mereka diberi poin dua kali dari poin keaktifan biasa dan gantungan kunci dari Malaysia 3 buah. Runner up juga dapet gantungan kunci dari Malaysia sebanyak 2 buah. Overall, perkuliahan tadi sangat seru, semua mahasiswa aktif berpikir dan menjawab. Seandainya dari dulu kalau ada waktu sisa, kepikiran buat ngadain lomba ky tadi pasti bakal seru. Jadi masukan nih buat sesi ngajar berikutnya. Akhir kata, sesi kuliah yang sangat menyenangkan dan seru sekali b^o^d

 
Leave a comment

Posted by on March 22, 2012 in Uncategorized

 

International Conference

It has been 3 years since the last time i went abroad. Don’t know to express precisely how I miss that moment. Now, the chance comes. Three days ago I got an an email about the acceptance of my paper in ICCM 2012 in Seoul, South Korea. Happy and confuse feelings mixed. I am happy because of the chance going on vacation, but how can i leave Nafisa for about 5 days?

But, however many things have to be settled. Got to make Korean visa, book flight, book hotel, make itinerary, and so on. Since i can’t read or speak Hangeul, i wish i can find someone to guide me there. But in spite of all the rush, I will go on vacation. For free. hehe :D

 
2 Comments

Posted by on March 1, 2012 in Uncategorized

 

Life Recently

Update blog bentar ah. Hmm, how is life this far? Well, some sucks, other’s good. Jadi, tesis udah sidang,  tinggal revisi, yang mana rencananya mo dijilid kemaren, tapi ternyata dosen pembimbing mo liat dulu. Berharap hari ini bisa dikelarin revisi, ternyata sang dosen sibuk dan weekend ada family gathering fakultas. Jadinya, selasa baru bisa ketemuan revisi. Mudah2an selasa bener2 udah bisa selesai masalah revisi2an. trus jilid hard cover, minta tanda tangan dosen penguji, scan halaman pengesahan, burn laporan dan source code ke cd, dan serahin ke perpus. Then, for a while, i can get rid of thesis. For a while. Saya ada utang satu jurnal internasional sebagai tuntutan beasiswa. Rencananya tesis ini aja yang dijadiin paper. Nop, I am not complaining. Absolutely believe, that it’s truly for the student’s improvement.

Nah, untuk sekarang saya mo revisi roadmap. Apa sih yang mau dilakukan abis lulus. Semester depan insya Allah diminta ngajar di kampus untuk 2 mata kuliah. Mata kuliahnya apa? hehe belum resmi, nanti aja kalau udah pasti. Yang pasti, saya suka sih dengan kedua matkul tersebut, cuma ada satu yang mengganjal, but you can’t get everything in life. Bisa jadi apa yang kamu tidak suka, justru baik bagimu kan? Of course!!

Trus, oiya belum sempet posting resolusi. Jadi beberapa resolusi saya tahun ini adalah:

1. tambah tabungan pendidikan untuk Fisa sampai tahap X.
2. punya sim A dan bisa bawa mobil.
3. ikut komunitas IT.
dll.

Dan beberapa yang lain. Udah sih, gitu aja. :D

 
Leave a comment

Posted by on January 20, 2012 in Uncategorized

 

Arti Kekalahan

sumber gambar

What’s the point of loosing something that you have been imagined to be yours? Menerima kekalahan sometime hard.Layaknya obat, kadang sulit untuk ditelan, begitu suka berlama2 di lidah, alih2 langsung meluncur melewati lidah secepat kilat, memasuki lambung dan bereaksi menyembuhkan.

Kekalahan menyesak di dada, merontoki senyum, dan menyedot keceriaan alami. Kenapa begitu sulit menerima kekalahan? Kenapa pil kekalahan ini begitu pahit? Aku tahu dia akan bereaksi menyembuhkan. Memperkaya dengan berbagai pengalaman. Teorinya.

Bukankah ini pengalaman pertamamu? Sedangkan mereka yang menang adalah orang2 yang sangat
berpengalaman. Ini bukan kali pertama bagi mereka. Bahkan bukan yang kedua. Bahkan salah satu pemenang, dalam minggu ini, melakukannya tiga kali di berbagai event.

Maksud dari kekalahan ini adalah memperkayamu dengan pengalaman. Melihat kelebihan mereka, belajar dari mereka. Mengharapkan menang pada kali pertama ibarat judi, mengharapkan keberuntungan. Ini bukan judi, ini usaha. Dengan begitu, bagaimanapun hasilnya kamu akan bisa menerimanya karena kamu telah mengerahkan usaha terbaik. Fokus pada usaha. Saat berharap pada keberuntungan, fokusmu adalah hasil. Kamu akan kecewa kalau hasilnya ga sesuai harapan.

Ingat kesempatan yang hilang di depan mata ? Bayangkan kalau terpilih secara kebetulan karena jurinya berbaik hati, kamu tidak akan bisa mendapatkan kesempatan berikutnya, yang ternyata lebih baik, ribuan kali lebih baik. Kamu akan menyesali karena telah terpilih pada kesempatan pertama itu. I really can’t bear it.

Bayangkan kalau kamu menang. Dengung puja-puji orang akan mengaburkan pandanganmu. Menganggap diri lebih dari kemampuan sebenarnya. Overvalue menilai diri sendiri. Kekalahan ini adalah barometer dirimu. Masih banyak yang perlu diperbaiki. Masih banyak yang bisa diraih.

Begitulah, now you know to do. You learn what makes you failed. You prepare it for the next chance. Bigger one. And this time, you’ll be ready.

 
2 Comments

Posted by on December 18, 2011 in Uncategorized

 

Nafisa 13 Bulan

Yihaa... ngeblog lagi. Setelah lumayan lama ga ngeblog. sebenernya udah banyak topik yang mo ditulis, tapi kadang ga sempet (sok sibuk :p), kadang ga mood. So, sekarang deh. Seperti dahulu kala, topik postingan saya kali ini ga jauh2 dari Nafisa. Saya mo update perkembangan Nafisa pada umur 13 bulan ini. Sejauh ini Nafisa udah bisa:

1. mengenali berbagai hal. Jadi kalo kita tanya benda X, fisa bisa nunjuk dengan benar. Daftar benda2 atau orang2 yang udah dikenali fisa antara lain:

 - ummi, :D 
 - abi
- kakek
-lampu
-AC
-jam
-ikan (yg ada di high chairnya)
-kaki (-nya sendiri)
-rambut
-perut
-mulut
-hidung

kayanya masih ada deh, apa yah? ~garuk2

2. ngomongnya makin banyak. Kata2 kaya abi, ummi, amphuu (lampu), ace (AC), kakhek, mamam, udah sering dilafalin. Sama bahasa planet yang mungkin universal di kalangan para bayi tapi udah ga dikenali sama orang dewasa :D 

3. jalan. Horee, fisa udah bisa jalan, walo kadang jatuh, tapi udah bisa jalan agak jauhan. 

4. naik tangga sampe ke lantai dua. Ini yang bener2 bikin deg2an. Nunggu tukang selese bikin pagar pengaman tangga lama amat. 

udah dulu ach, mo pulang, kangen Fisa. :D 





 
2 Comments

Posted by on September 28, 2011 in Uncategorized

 

Nafisa 13 bulan

Yihaa... ngeblog lagi. Setelah lumayan lama ga ngeblog. sebenernya udah banyak topik yang mo ditulis, tapi kadang ga sempet (sok sibuk :p), kadang ga mood. So, sekarang deh. Seperti dahulu kala, topik postingan saya kali ini ga jauh2 dari Nafisa. Saya mo update perkembangan Nafisa pada umur 13 bulan ini. Sejauh ini Nafisa udah bisa:

1. mengenali berbagai hal. Jadi kalo kita tanya benda X, fisa bisa nunjuk dengan benar. Daftar benda2 atau orang2 yang udah dikenali fisa antara lain:

 - ummi, :D 
 - abi
- kakek
-lampu
-AC
-jam
-ikan (yg ada di high chairnya)
-kaki (-nya sendiri)
-rambut
-perut
-mulut
-hidung

kayanya masih ada deh, apa yah? ~garuk2

2. ngomongnya makin banyak. Kata2 kaya abi, ummi, amphuu (lampu), ace (AC), kakhek, mamam, udah sering dilafalin. Sama bahasa planet yang mungkin universal di kalangan para bayi tapi udah ga dikenali sama orang dewasa :D 

3. jalan. Horee, fisa udah bisa jalan, walo kadang jatuh, tapi udah bisa jalan agak jauhan. 

4. naik tangga sampe ke lantai dua. Ini yang bener2 bikin deg2an. Nunggu tukang selese bikin pagar pengaman tangga lama amat. 

udah dulu ach, mo pulang, kangen Fisa. :D 





 
1 Comment

Posted by on September 28, 2011 in Uncategorized

 

Mom’s Peer Pressure

Masa ABG adalah masa yang kompleks. Saat menghadapi perubahan fisik dan mental, baru mulai menyadari pesona lawan jenis, serta kewaspadaan terhadap orang lain. Semuanya bersumber pada kompetisi dan tekanan yang berpusat pada diri sendiri.

Ternyata peer pressure juga terjadi pada wanita yang sudah memiliki anak. Bedanya kalo sekarang persaingan berfokus pada anak. Apakah anaknya gemuk ato ga, anaknya udah tumbuh gigi belum, udah bisa jalan umur setahun ato belum, rambutnya banyak ato ga, kepalanya peyang ato bulet, gampang deket sama orang lain ato ga, pinteran mana sama bayi lain, dll.

Peer pressure ada 2 sisi, menjadi superior ato inferior. Saya pernah mengalami keduanya. Pada bulan2 awal kelahirannya, berat Nafisa lumayan tinggi, walo ga gemuk2 amat. Nah, kalo ketemu ibu2 yang anaknya lebih tua tapi beratnya lebih kecil, nah mulai deh ga enak. Di satu sisi, seneng karena anak sehat, di sisi lain ga enak sama ibu itu karena mukanya udah cembetut aja.

Trus tadi juga di ruang menyusui, basa-basi sama orang yang nemenin ibu2 yang lagi nyusuin anaknya. Ditanya umur Nafisa berapa? saya jawab 1 tahun.

“Wah tinggi ya, ini aja  14 bulan cuma segini” kata ibu itu sambil nunjuk bayi yang lagi disusui temannya. “kirain udah 2 tahun” sambungnya.

Saya senyum aja, sempet lirik ibu si anak, tampangnya ga enak diliat. ya iyalah, ibu mana yang suka kalo anaknya dijadiin inferior sama anak lain.

Itu sebabnya sekarang kalo misalnya dalam kondisi kaya gitu, saya harus inget untuk balik muji anaknya. Misalnya, ibu2 di tempat bermain yang bilang anaknya “ini baru bisa jalan umur 18 bulan, lama ya?” pertanyaan retoris itu disampaikan sang ibu dengan tampang “please make me feel good, i am not happy with this” maka direspon dengan “tapi ngomongnya udah banyak ya, Bu”. Maka sayapun bisa berlalu tanpa harus merasa bersalah sama ibu2 itu karena membuatnya merasa sedih mengenai anaknya. Fiuh… being married and mom is sometime tough, terlebih bagi orang yang ga hobi basa-basi macem saya ini.

Lebih berat lagi karena saya tau gimana pedihnya jadi inferior. Jadi, ceritanya pada suatu acara saya lagi mangku Nafisa, trus dateng seorang nenek bawa cucunya yang masih 4 bulan, gendut banget. Trus dideketin ke Nafisa sambil bilang “Ayo, adu-aduan gendut mana, ayo mana yang lebih gendut”. Ga itu aja, di depan saya, Nafisa dibilang kurus, coba.

Just, FYI, walo sekarang di kalangan ibu2 intelektual (halah) gemuk =! sehat (gemuk tidak sama sehat), tetep aja, di milis dan grup ibu2 yang dibahas gimana caranya buat naikin berat badan anak. Belum kalo ada yang curhat kalo orang tua dan mertua dari si ibu, mindsetnya gemuk=sehat. Anak itu harus gemuk. Asi ga cukup harus minum susu formula. Sementara dikalangan para ibu2 intelektual (halah) bisa memberikan ASI adalah suatu kehormatan dan prestasi besar bagi seorang ibu. But, bentrokan kepentingan memperburuk situasi.

Begitulah, sepanjang acara yang sangat menyiksa saya itu karena Nafisa terus menerus dicerca kurus dengen membanding2kannya dengan bayi yang lebih gemuk itu, belakangan saya tau bayi gemuk itu minum susu formula. O gosh, betapa kata2 pedas serangan balasan udah di ujung lidah, tapi  saya ga bisa, ga boleh, membalasnya. Seandainya orang-orang itu bisa menelan kata-katanya sendiri, mereka akan merasakan betapa pahitnya kata2 mereka.

Nah, begitulah, kisah peer pressure menjadi seorang ibu. Ini keluhan? benar. Curhat? absolutely. Tapi lebih kepada pembekalan (cieh.. bahasanya)  bagi para calon ibu. Being mom is tough. Saat saya menyadari kenyataan itu, sementara karakter konkrit saya tidak sanggup diredakan dengan kata2 idealis seperti betapa mulianya menjadi seorang ibu, ternyata hanya perlu satu pernyataan sederhana: being mom is tough, terima itu dan lanjutkan hidup.

sumber gambar

 
8 Comments

Posted by on August 18, 2011 in Bayi

 

Nafisa 1 tahun

Nafisa. What can I say about my little bright star. She is getting smarter everyday. Insya Allah dalam 1,5 jam lagi, Nafisa akan berulang tahun yang pertama. What a year.

Sejauh ini, saya pengen nyatet perkembangan Fisa, didaftar aja enaknya.

1. Waktu makan, kan Fisa duduk di high chair, kalo ditanya: mana ikan? Dia akan balik badan dan nunjuk gambar ikan pake topi yg ada di sandaran high chair berkali2. XD

2. Kalo ditanya: mana nyisir? nyisir gimana? dia akan pegang rambutnya, pura2nya nyisir. Kalo dapet sisir, udah deh sisiran XD

3. makanan yang masuk ke mulutnya, kami -para pengasuh : saya, suami, kakek- akan bilang “pinteer”, Nafisa akan tepuk tangan sendiri. XD Kalo ditanya, gimana tepuk tangan? Dia akan tepuk tangan juga. XD

4. Ini yang agak jail nih, Saya curiga ini abinya yg ngajarin. Kalo ditanya: wajah jelek gimana? Dia akan mengernyit, mata menyipit, sambil menampakkan gusinya XD Abi, tanggung jawab!! :-P

5. Nafisa tuh sering ngoceh, niruin kata2 yg diucapin para orang dewasa, misalnya: apa, kakek, abi, ummi, aii dll. Disamping itu juga kata2 yg ga jelas artinya kaya: apkia, wuwuw, tatadada, tchah dll. Kadang suaranya meninggi berirama sambil goyang2 tangan. Kita yg ngeliat ketawa2 sendiri, Fisa lagi nyanyi sambil joget XD

6. Ramah, kalo ketemu orang baru diliatin trus kadang disapa “aaiii” sambil dipegang. tapi2 kadang2 sama2 orang2 tertentu malah ga mau, ga ngerti deh.

7. Kalo lagi ngelakuin sesuatu, trus ngeliat respon kita positif, dia ngelakuin lagi. Misalnya tadi, dia neken2 radio, nuker saluran, saya ketawa liatnya, dia ngeliat. trus diteken lagi, ngeliat saya, saya ketawa. Diteken lagi, abis tuh liat saya, pengen liat respon saya terhadap apa yg dia lakuin. kalo semakin heboh reaksi kita, dia semakin bersemangat ngelakuin itu XD

8. Suka ngambil sesuatu trus dikasih ke kita, walo kadang2 kosong tangannya. Ceritanya belajar berbagi :D

9. Kalo liat kaca, dia akan berdiri dan ngaca sambil ketawa2. XD

10. Save the best for the last :D , yg paling kusuka dari perkembangan nafisa adalah kalo diminta “sayang ummi / abi / kakek / Chiko (boneka bebek Fisa)” Fisa akan maju dan ngesun yg diminta :) yeah, enak banget disun anak sendiri..

udah deh, segitu dulu nyatetnya. Dari bayi yang hanya bisa telentang, jarak pandang cuma 30 cm, dan hanya bisa nangis, Nafisa bertumbuh menjadi (beranjak) toddler yang lincah, pinter, dan sehat.

Semoga kamu tetep sehat ya, Nak. Semoga Ummi dan Abi diberi umur, ilmu, kekuatan, kesempatan, dan rezeki yang cukup serta berkah untuk mendidik dan membimbing kamu. From the bottom of our heart , we would like to say that we love you so much. :*

 
3 Comments

Posted by on August 11, 2011 in Bayi

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.