What’s the point of loosing something that you have been imagined to be yours? Menerima kekalahan sometime hard.Layaknya obat, kadang sulit untuk ditelan, begitu suka berlama2 di lidah, alih2 langsung meluncur melewati lidah secepat kilat, memasuki lambung dan bereaksi menyembuhkan.
Kekalahan menyesak di dada, merontoki senyum, dan menyedot keceriaan alami. Kenapa begitu sulit menerima kekalahan? Kenapa pil kekalahan ini begitu pahit? Aku tahu dia akan bereaksi menyembuhkan. Memperkaya dengan berbagai pengalaman. Teorinya.
Bukankah ini pengalaman pertamamu? Sedangkan mereka yang menang adalah orang2 yang sangat
berpengalaman. Ini bukan kali pertama bagi mereka. Bahkan bukan yang kedua. Bahkan salah satu pemenang, dalam minggu ini, melakukannya tiga kali di berbagai event.
Maksud dari kekalahan ini adalah memperkayamu dengan pengalaman. Melihat kelebihan mereka, belajar dari mereka. Mengharapkan menang pada kali pertama ibarat judi, mengharapkan keberuntungan. Ini bukan judi, ini usaha. Dengan begitu, bagaimanapun hasilnya kamu akan bisa menerimanya karena kamu telah mengerahkan usaha terbaik. Fokus pada usaha. Saat berharap pada keberuntungan, fokusmu adalah hasil. Kamu akan kecewa kalau hasilnya ga sesuai harapan.
Ingat kesempatan yang hilang di depan mata ? Bayangkan kalau terpilih secara kebetulan karena jurinya berbaik hati, kamu tidak akan bisa mendapatkan kesempatan berikutnya, yang ternyata lebih baik, ribuan kali lebih baik. Kamu akan menyesali karena telah terpilih pada kesempatan pertama itu. I really can’t bear it.
Bayangkan kalau kamu menang. Dengung puja-puji orang akan mengaburkan pandanganmu. Menganggap diri lebih dari kemampuan sebenarnya. Overvalue menilai diri sendiri. Kekalahan ini adalah barometer dirimu. Masih banyak yang perlu diperbaiki. Masih banyak yang bisa diraih.
Begitulah, now you know to do. You learn what makes you failed. You prepare it for the next chance. Bigger one. And this time, you’ll be ready.

heningsept
December 19, 2011 at 2:48 am
kalau sudah niat dan sempurnakan ikhtiar, ga penting hasilnya apa, yg penting yg terbaik menurut Allah saja (aagym)