
Hmm..udah satu setengah bulan ga ngeblog, sakaw… >_<. Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan bercerita tentang persiapan2 pernikahan (horray..). Secara sepertinya topik ini yg lagi hot (~lirik note2 fb, status2 plurk,
, btw kapan ga pernah hot ini topik
), so I will share some of the preparation untuk temen2 yg lagi ngambil ancang2..
. So here we go..
TA’ARUF
Tak kenal, maka Ta…’aruf. Ta’aruf berasal dari bahasa Arab yg berarti saling mengenal. Ta’aruf bisa berarti berkenalan dengan siapa saja, namun untuk konteks postingan ini artinya dispesifikkan untuk mengenal calon suami/istri.
Kenapa ta’aruf penting? supaya kita tidak seperti membeli kucing dalam karung, secara suami/istri adalah pasangan yg kita harapkan menjadi pendamping seumur hidup, mati, lalu dihidupkan lagi. Bukankah kita tidak ingin pasangan kita yg hanya akan menimbulkan jahanam dalam hidup kita. Itu sebabnya mengenal pasangan itu kudu wajib harus hukumnya.
Prinsip “I want you to see the real me” akan jauh lebih baik bila diterapkan pada saat taaruf karena nanti suami/istri adalah yg paling tahu keburukan kita, karena ialah yg dapat menjaga aib kita dan memberi semangat dikala lemah. Suami/istri juga seorang yg paling tahu kebaikan kita, karena ialah yg dapat menghargai kita dengan sebaik-baik penghargaan dari manusia. Itulah bedanya taaruf dengan pacaran. Saat pacaran, kita akan berusaha menampakkan yg baik2 dari diri dan menutupi sebisanya yg sebaliknya. But, itu semua akan terungkap kalo suatu saat pasangan tersebut menikah. Pretending will never work. Semua bentuk ekspresi kasih sayang butuh ketulusan, dari kedalaman jiwa. Sementara ketulusan tidak pernah karib dengan kepura-puraan.
Proses Taaruf sendiri paling lama 3 bulan, hitungan minggu juga bisa.Pada saat taaruf kita mencari informasi tentang calon pasangan dari orang2 yg dekat dengannya atau yang bisa mencarikan info. Satu hal yg sangat penting adalah mencari info dari orang2 yg terpercaya keakuratan infonya, bersikap objektif dan terutama bisa menjaga rahasia. Mudah-mudahan kita semua termasuk orang2 yang bisa dipercaya, menjaga amanah yg dinisbatkan pada kita.
“Tampakkanlah pernikahan dan sembunyikanlah lamaran” *
Tentang taaruf dicukupkan segitu dulu, dikit banget ye? Udah banyak buku dan artikel yg bahas tentang taaruf. Monggo silakan dibaca. Buku “Taaruf Keren, Pacaran Sorry Men” sangat OK untuk pegangan taaruf. Postingan berikutnya saya akan bercerita tentang persiapan personal. Apa2 sajakah itu, mau tahu?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
* diriwayatkan oleh As-Suyuti dalam Al Jami’ dan ia mengisyaratkan hadits ini shahih.

Posted by nisa on October 27, 2009 at 2:27 am
lagi lagi! hehehe
Posted by icetea on October 27, 2009 at 3:14 am
lanjutin donk mer..ihihi
Posted by Rahmi on October 27, 2009 at 3:34 am
jiaaaahh..
lanjutannya jangan lama2 yak.
hihihihi..
^^
Posted by Irene on October 27, 2009 at 5:12 am
Asik asik asik
~ditunggu lanjutannya
Posted by paibiopai on October 27, 2009 at 8:34 am
hmm, persiapan personal? ya ya
bikin sekolah pranikah aja sekalian disinih,, hehe
Posted by Bang Ganteng on October 28, 2009 at 7:19 pm
hmmm, baru part I nih, padahal yang nulis dah kawin…
ga mau tau, harus ada part II dan III-nya, wok wok wok
Posted by agungfirmansyah on October 29, 2009 at 7:38 am
yah…, cuman sampe segitu. Ga seru ah….
Posted by kamal on November 27, 2009 at 9:38 am
lanjutkan!