Duk…Duk…duk

“Riooo, Capeklah…[1]” Aku menggedor pintu kamar mandi.
Terdengar sahutan “yo” jengkel dari dalam. Dua menit kemudian adikku itu keluar sambil bersungut-sungut. Aku bergegas menyita kamar mandi.

Sepuluh menit kemudian, mondar-mandir panik, minta bantuan Mama buat packing. “Aduh, Mer masa belum packing sih!!” Aku merutuki diri sendiri.
Diantara hitungan baju rumah, baju pergi untuk dibawa, Papa nanya “Sananyo pesawat jam bara, mer? [2]”.

Lirik tiket, “Pesawat jam 06.08, tapi harus kumpul dulu jam 06.00 dan sekarang,….. Hah!! Jam 08.00 lewat !!”

Oh, no aku ketinggalan pesawat. Tidak, tidak mungkin. Barangkali seharusnya berangkat besok, tertera tanggal 20 Desember 2008 di tiket, sementara sekarang tanggal 29 Desember 2008!!

Oh, ya ampun, ya ampun bahkan sudah terlewat 9 hari. Bagaimana ini? AKU KETINGGALAN PESAWAT !!! Oh, ya ampun, tidak mungkin. Cek lagi, benar tiket tanggal 20 Desember jam 06.08.

Aku. Benar. Benar. Ketinggalan. Pesawat.
Hilanglah semua. Hilang semua harapan itu. Hilang….
Aku tertunduk lemas. Sesak rasanya. Aku terhuyung. Dan tiba-tiba, gelap.

Saat terjaga, ngumpulin nyawa sebentar dan berucap “hhhh….Alhamdulillah, hanya mimpi, fiuhh…”

Kenapa aku sampai mimpi seperti itu, semua berawal dari secarik kertas, yang ditempelkan sekenanya di pintu kamar kos Jumat malam. Membacanya, aku terbelalak. Segera menghubungi nomor yang ada disana. Telepon pertama, ga diangkat. Telepon lagi, tidak diangkat lagi. Lagi, sama, ga diangkat. Lelah.

Akhirnya coba sms. Dibalas. Aku akan ditelepon Senin pagi. Alhasil tiga hari penantian itu, hati dan pikiran dipenuhi berbagai sangka. Ada harap disana.

Senin datang. Hape tidak boleh jauh dari jangkauan, siap disambar. Tidak ada yang menelepon. Kemudian telepon kosan berdering. Insting mengatakan mungkin itu telepon untukku, bergegas sambar jilbab dan perangkatnya. Mba Imas ngetuk pintu” Mba Meri, ada telepon”. Sip!!

“Ya hallo, ”
“bisa bicara dengan Imairi?”
“ya saya sendiri”.
“Saya Rathma dari IIEF.” Aku bersorak dalam hati
“Ya..” Deg.. deg…deg.
“Kira2 Imairi mo sidang kelulusan kapan?”
“Kira-kira Agustus 2009 insya Allah”. Kemudian, baru sadar, Mba Rathma nanya sidang, bukan wisuda, ah bodoh.
Mba Rathma terdengar agak lega “O gitu, kira-kira kalau Imairi ke Amerika gimana?”
Makin deg-degan “ummhh… menarik.”. Aku langsung menyesalinya. “Menarik”, Mer? Ga adakah kata yang lebih intelek, ah bodoh lagi.
“Menarik, ya?” Mudah2an salah, tapi terdengar sedikit kecewa. Tak bisa ditahan, aku membayangkan Mba Rathma bilang “makasih ya” dan nutup telepon. Toh, belum terucapkan. Belum terlambat. Aku berdoa. Dan…

“Selamat ya, Imairi terpilih untuk mendapatkan beasiswa IELSP”. Ucapnya.
“oh, ya.. makasih, Mba”
Kemudian pembicaraan beralih ke masalah teknis. Sementara akhirnya, musim semi sudi berlabuh di hatiku. Hangat.
Masih ada satu pertanyaan mengganjal. Akhirnya.
“Oh iya, kamu ditempatkan di Ohio University”. Yes!! Alhamdulillah.
….

Fiuh, panjang ya ceritanya. Beginilah, I don’t wanna miss any piece of the moment. Jadi, begitulah sobat, bagi kamu yang penasaran tentang hal ini. Ya, inilah jawabnya. Puji dan syukur kepada Allah SWT, Dia mengizinkanku ikut Indonesia English Language Study Program (IELSP) batch 6 selama 8 minggu di Ohio University, Athens, Ohio, Amerika Serikat. Insya Allah akan berangkat 2 April 2009 dan kembali 30 Mei 2009.

Ini sepenuhnya kemudahan dariNya. Seandainya aku diassign ke Syracuse university akan berangkat May, balik Juli. Makin telat lagi kalo ke Arkansas University maupun University of South Carolina. Hanya Ohio University yang berangkat April ini yang insya Allah memungkinkan untuk pulang tepat waktu, untuk sidang kelulusan. Pemilihan universitas ini benar2 di luar kuasa penerima beasiswa. Alhamdulillah.

Sobat, kalo kamu mau tahu prosesnya, begini ceritanya. Tahap pertama adalah pengisian form aplikasi dan pengumpulan berkas2. Dokumen yang dibutuhkan tidaklah susah didapat. Satu-satunya yang agak butuh perjuangan hanyalah TOEFL ITP atau TOEFL International. Tes TOEFL bisa dilakukan di LBI FIB UI. Juga perlu surat rekomendasi dari dosen. Lengkapnya disini.

Lalu tahap interview. Nah, kalau kau mau tau, sobat, tahap ini tuh hecticnyaa…. .pas-pasan banget nyampenya, begitu kaki menginjak anak tangga terakhir, ada yang manggil namaku. Mulanya salah denger, ternyata bener, pas banget giliranku. Coba seandainya terlambat 5 detik saja. Sia-sialah.

Sebelumnya selama di jalan, keep encouraging myself, “Mer, you are well prepared, just relax. Face it and just tawakal after all.” Membayangkan interviewernya serem2, oh.

Tok..tok, dorong pintu, sebuah wajah penuh senyum menyeruak dengan sapaan yang tidak kalah ramahnya “Halo, Dear, why are you so late?”

Beneran, keramahan itu, membuat kegugupanku tidak beralasan, terus kita ngobrol deh. Bukan wawancara, tapi ngobrol. Beberapa kali, ibu itu mencondongkan tubuhnya ke arahku dari balik mejanya, dan kami bertatapan, hanya bertatapan, sambil saling melempar senyum.

Kita ngobrol tentang rencanaku di masa depan, dan pendapatku tentang masalah paling besar yang sedang dihadapi bangsa ini. Ibu Anna, interviewerku, juga banyak bercerita, kusimak baik-baik setiap tutur katanya.

Sensasi ini terputus paksa saat ibu Anna berkata, “we have to stop now, may be you can buy me a cup of coffee and we can talk any longer”.

Aku benar2 menikmati ngobrol dengannya, kematangan ibu itu, nyaman. Tak bisa kutahan, aku berkata sepenuh hati, “I really enjoy talking with you, Ma’am”, dengan nada agak rendah diujung kata, takut dianggap menjilat.
“Yes, me too”.

Aku terpaksa angkat kaki, sambil mengukir namanya dalam hati. Thank you so much, Ma’am.

Aku juga ingin bilang makasih buat Toni dan Yulia untuk dukungan kalian waktu itu, seandainya tidak ada dukungan itu, mungkin aku akan sangat panik dan mengacaukan segalanya. Juga makasih buat Leni dan Puspa, di negeri Malay sana, for waking me up. Kami disini akan merindukan kalian. :)

~ bahasa Minangkabau
[1] buruan, cepetan.
[2] sebenernya, pesawat jam berapa, Mer?

21 Responses to this post.

  1. Great!!..
    Selamat ya Meri…
    Semoga mendapatkan pengalaman berharga di sana. Amin..
    Jangan lupa mengurus keperluan kuliah(kuliah reguler, ta atau sp) di pertengahan semester nanti.

    Ditunggu ceritanya di bulan Mei atau Juni Nanti.. :)

    Congratulations!!!

    Reply

  2. mantap… ^^

    Ditunggu oleh2nya bu..

    Reply

  3. oke deh..

    hatiku ikut hangat mendengarnya….

    ~ditunggu foto2nya ya…

    Reply

  4. Oalah, ini tho yang membuat Meri senyum2 sendiri akhir2 ini..
    Selamat ya jeng…

    Reply

  5. Posted by zahra on December 27, 2008 at 5:04 am

    Yaampyun, I’ve just read this writing. What a great chance! Congratulation anyway. Don’t forget to share your story there.

    We’re gonna miss ya…

    Reply

  6. Posted by chandraprasetyo on December 27, 2008 at 7:36 am

    Subhanallah..

    IELSP is one of the great scholarship that I have ever seen. Congratulation, You get outstanding achievement guys…

    ~sebenenernya pengen banget dapet nih scholarship. Hehe, masing-masing ada rezekinya lah dari Yang Maha Adil..

    Reply

  7. subhanallah… selamet ya mer… :)

    jadi pengin ke luar negeri juga nih :p

    kmarin sebenarnya ane ikutan juga tuh… all dokumen udah diurus, tinggal submit. Tapi ada something yg menghentikan ane… jadi nyes… (enggak deng :p )

    tapi ya sudahlah, each one of us has its own road, right? :)

    ati2 di amerika sono uni… Kakak ane (yg juga berjilbab) waktu mo ksana dipersulit ngurus dokumennya. Semangat aja dah…

    Reply

  8. Posted by Meri on December 29, 2008 at 7:27 am

    @Franova: sip, tengs, Smile
    iya, insya Allah nanti terus diapdet blognya.

    @Havban, Suharjono: makasih.

    @Tiara: waduh, ke-gap. jadi malu.
    thanks ya, Ti. kayanya kamu yg ketiga deh diangkatan :P

    @Zahra, Chandra: hehe… kukel jangan2 menuhin notifikasi fesbuk di email dunk…

    @Kamal: he-eh baca plurknya, sepertinya memang berencana ikut ielsp waktu itu.
    So, waktu itu ga jadi di submit dokumennya?

    Yah, insya Allah akan diganti sama yang lebih baik.
    Itu salah satu hikmah terbesar dari beasiswa ini yang saya rasakan.

    Reply

  9. Posted by pande00 on December 29, 2008 at 3:27 pm

    Alhamdulillah, akhirnya impian ku dulu ada yang meneruskan hehe. Batch yang kemarin sempat daftar, tapi ndak lulus di wawancara. Selamat berjuang ya Mer :) – dari teman sekelompok BSE

    Reply

  10. wow.. congrats mer! so happy for u..
    alhamdulillah.. senangnya punya temen2 akhwat yg keren2 :D
    ntar bagi2 ceritanya ya…

    Reply

  11. Posted by mahen on December 30, 2008 at 3:53 am

    Congratulations, Meri!
    Nice to hear your achievement. Keep going, Bu.
    Never stoppping until this check point.
    There are still so many next barrier to be defeated.

    InnaAllah ma’ana

    Reply

  12. Posted by nulad on December 30, 2008 at 4:48 am

    alhamdulillah, jadi ini yang ditulis kemarin itu ya….
    Selamat ya mer! Mantap kali dah ibu satu ini!

    Reply

  13. waah Alhamdulillah, selamat ya meri… Padahal gw pikir elo ga bakal telat ternyata pas dipanggil pas datang,,,memang kalau rezeki ga kemana ya mer,,,

    Reply

  14. aslm wr.wb.

    maaf, gak sengaja mampir ke blog anda,

    Alhamdulillah, semoga berkah Allah atas karunia ini, semoga persiapan, dan aktifitas di sana berjalan lancar. Selalu di atas jalanNya, dapat manfaat dan ridhaNya. Serta kembali dengan selamat di Indonesia.

    wslm wr.wb.

    Reply

  15. Posted by adit_haha on December 31, 2008 at 6:12 am

    Waaww…..

    Selamat yah

    Reply

  16. Posted by Meri on December 31, 2008 at 10:20 am

    @Pandeo: Sip, sekarang kita berjuang di BSE dulu ampe Februari :)

    @Hening: insya Allah akan terus cerita di blog ini, masih lama juga tapinya…

    @Mahen: Sip, Thanks Da. Wah, senangnya blog ini dikunjungi..

    @Nulad: tengkyu Nul,

    @Toni: hehe… iya,
    …………….
    kutahu rezeki tidak akan diambil orang,
    karenanya hatiku tenang
    ………………
    ~ by Hasan Al Bashri

    @Pak Heru: Wa’laykumussalam wrwb
    Wah, Pak. Terima kasih banyak sudah mau berkunjung dan komen di blog saya. :D
    makasih buat doa dan nasehatnya, Pak.
    Insya Allah.

    @adit_hah: makasih, selamat juga udah wisuda :)

    Buat semuanya, waduh saya jadi malu. Beneran. Biasa aja kog. Itu karena alhamdulillah dikasih interviewer yang baik dan kemudahan2 lainnya.
    Kalo ga, hmm ga tau deh.
    However, makasih banyak, ya. :)

    Reply

  17. Waah, ka meriii, selamat yah!
    Smg proses kesananya dimudahkan seperti proses sebelumnya karena memang perjuangan muslimah ke Amerika cukup berat lho kak..

    ~he, pas komen ka meri lewat! :)

    Reply

  18. Posted by kelok44 on January 15, 2009 at 11:30 am

    selamat ya meri..:)
    semoga ilmunya bermanfaat

    Reply

  19. Posted by kelok44 on January 15, 2009 at 11:31 am

    selamat ya meri..
    semoga ilmunya bermanfaat

    Reply

  20. Posted by Meri on January 28, 2009 at 8:18 am

    @Maya: awalnya juga pikir begitu. Namun setelah liat video di youtube tentang pengalaman disana. katanya tidak ada diskriminasi. Tingkat toleransi orang sana cukup tinggi. Mudah2an begitu. Thanks, Mayce. semoga amanah dengan amanahnya :P

    @kelok44: salam kenal. :)

    Reply

  21. [...] Indonesia yang mental miskin dan malas. Sama seperti Trinity di Naked Nekad Traveller dan ibu Anna yang bilang semakin dekat ke khatulistiwa, orangnya makin males. Semakin jauh, makin rajin, karena [...]

    Reply

Respond to this post