April 27, 2008...11:07 am

sebuah titik di sudut yang terlupakan

Jump to Comments

Pada organisasi, setiap bagiannya adalah puzzle, yg ga akan pernah lengkap kalo salah satunya tiada. Saya akan lebih spesifik pada satu bagian kecil puzzle itu, yang nyempil di sudut: yaitu Dana Usaha atau danus.

Danus bukanlah bidang populer di organisasi ataupun kepanitiaan. kebanyakan lebih cenderung menjauhi bidang ini karena sudah menjadi rahasia umum kalo nyari duit itu ga gampang. Danuspun hanya bisa pasrah menjadi pilihan kedua, itupun kalo beruntung.

Namun, seringkali gagasan2 sehebat apapun harus menelan pil pahit saat berhadapan dengan realita. Dana kita ga mencukupi, bro. Acara2 yg direncanakan seperfect mungkin, terpaksa dipangkas, terpaksa terealisasi seadanya. Kenapa? Karena ga ada dana.

tentu saja kita kembali kepada pedoman hidup kita, kitab pernyataan cinta dari Tuhan semesta alam, Al Quran. di dalam kitab mulia ini, sering dijumpai :

“wa jahaduu fii sabilillahi bi amwaalihim wa anfusihim”   At-Taubah 20

artinya : “dan berjihad di jalan Alloh dengan harta dan jiwanya”

kata2 jahaadu (jihad) diikuti oleh kata amwaalihim (harta) baru kemudian anfusihim (jiwa) hal ini bisa ditemui di banyak surat di Al Qur’an kecuali satu. bisa dicek lagi surat aT-Taubah 44, 81, 88, Al Anfal 72 dll. kita semua tau, setiap noktah di Al Qur’an terjaga, ga ada satu huruf dan susunan apapun yg diciptakan tanpa arti di belakangnya.

Jadi, terlihat urgensi keberadaan danus. danus bukan lagi bagian kecil tapi malah bagian yang kritis dalam organisasi maupun kepanitiaan. Adalah suatu tantangan untuk menyinergiskan konsep2 hebat dengan keharusan pemasukan dan pengeluaran yg seimbang. Mari kita rencanakan program kerja yang sangat menakjubkan, fantastis, akan mengubah dunia, namun, bagaimana bila tidak ada yang menempati pos untuk mencari dana?

Akhirul kalam, teruntuk rekan2 danus, di organisasi maupun kepanitiaan manapun, tidak banyak yg cukup berani memikul amanah ini, tidak banyak apresiasi dari sesama manusia disini. hanya kita yg menjalankannya yg tau. Tapi yakinlah, selalu ada Yang Maha Teliti Perhitungannya, dimana tidak ada yg dirugikan walaupun sebesar zarrah. Karena setiap manusia ada tingkatannya menurut apa yg mereka kerjakan.

Being danusian, is an unforgettable and full of insight journey. Terimakasih, Jazakumullahu khairan katsiran untuk teman2 danus FUKI : mesa, iwit, zahra, Mira dan Rifqi. Terselip salam hormat dan harap untuk danus FUKI berikutnya. we are counting on you.

~tulisan di akhir kepengurusan danus FUKI 2007/2008.

3 Comments

  • hiks.. hiks.. dadah..

  • Hmmm…tulisannya inspiratif banget…

    saya termasuk yang kadang suka lupa kalo ada danus…hehe…maap yaa…

    tapi klo menurut saya, biro/bidang tersukses dari semua organisasi yang ada di Fasilkom pada kepengurusan yang kemarin, adalah Biro Danusnya FUKI…beneran dah…sueerrr…

    Pasti FUKI uangnya banyak dah…abis Danusnya sukses bener…

    Semangat buat tim Danus dimanapun engkau berada…

    ~tulisan wajib buat dibaca sama orang-orang yang masih ragu buat gabung di tim danus~

  • @sidik : ya, organisasi atau kepanitiaan ibarat puzzle. tulisan kali ini hanya membahas salah satu bagian kecil saja.

Leave a Reply